
TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan gerakan hidup sehat di lingkungan sekolah sebagai upaya mencegah anemia pada remaja putri. Kegiatan tersebut digelar di SMPN 13 Tangsel melalui kampanye dan Aksi Bergizi. Kamis 17/9/2026.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dilakukan terhadap masyarakat dan pelajar.
“Dari hasil cek kesehatan gratis kita, ditemukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi, bukan penyakit ya, risiko,” ujar Benyamin.
Menurutnya, empat risiko kesehatan yang ditemukan pada anak sekolah meliputi anemia, karies gigi, kecemasan ringan, serta penurunan ketajaman penglihatan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan maupun aktivitas belajar siswa.
Benyamin menjelaskan, remaja putri menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam pencegahan anemia. Karena itu, Pemkot Tangsel melakukan gerakan pemberian tablet tambah darah secara serentak.
“Kita lakukan secara serentak di seluruh Tangsel. Setelah ini kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri, minum tablet tambah darah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, capaian CKG di sekolah telah mencapai 86 persen. Sedangkan untuk masyarakat umum mencapai 57 persen, dengan sekitar 824.224 jiwa telah menjalani pemeriksaan.
Dari hasil CKG, kata Allin, ditemukan sejumlah risiko kesehatan, yakni karies gigi, penurunan ketajaman penglihatan, kecemasan ringan dan anemia. Dari sekitar 292 ribu lebih anak sekolah, sekitar 13 persen terdeteksi mengalami anemia dan mayoritas berada pada kategori ringan.
“Yang kita tindak lanjuti hari ini adalah bagaimana anak-anak remaja putri ini bisa terbebas dari anemia,” ujar Allin.
Menurut Allin, anemia dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti lemah, letih, lesu hingga sulit berkonsentrasi. Pencegahan sejak usia remaja juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kesehatan mereka ketika memasuki usia pernikahan dan kehamilan.
Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen menjadikan Aksi Bergizi sebagai agenda rutin setiap Jumat. Para siswa akan makan makanan bergizi bersama, kemudian dilanjutkan dengan konsumsi tablet tambah darah secara bersama-sama di bawah pengawasan sekolah. Selain anemia, edukasi juga diberikan terkait kesehatan gigi, pola konsumsi makanan dan minuman sehat, serta kesehatan psikologis. Kecemasan ringan yang ditemukan pada siswa antara lain berkaitan dengan kekhawatiran terhadap nilai, kelulusan dan masa depan. /h3n.




