

Tangsel, Terasbanten.id – Peristiwa terpaparnya radiasi radioaktif di Perumahan Batan Indah Setu Serpong Kota Tangerang Selatan Menurut peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Mukhlis Ahadi saat usai melakukan pertemuan bersama warga perumahan menyampaikan bahwa keberadaan limbah sebagai sumber radiasi di Perumahan Batan Indah tersebut dinilai sangat rendah dan tidak membahayakan kesehatan. Sabtu 15/12/2020.
Menurutnya radiasi yang terpantau Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dari sumber tersebut hanya 0,3 microsivet. Angka itu lebih tinggi 0,5 mikrosivet dari batas normal radiasi alam yakni 0, 25 microsivet.
Tambahnya Ambang batas radiasi dilingkungan itu selisihnya ada setengah microsivet, dan yang ada radiasi disitu sebenarnya rendah sekali. Kalau aktivitasnya milikuri sebenarnya tidak masalah bagi kesehatan,” jelasnya.
Muhklis juga menjelaskan, kenaikan radiasi diatas batas normal alam muncul lantaran ketika Bapeten melakukan uji fungsi alat monitornya saat mengelilingi komplek Perumahan Batan Indah Serpong Tangsel.
“Kebetulan ketahuan oleh BAPETEN saat melakukan uji fungsi alat monitornya ketika melakukan pengecekan muter-muter di wilayah sini. Setelah melakukan uji fungsi kok mengapa radiasi disini agak naik dibandingkan lingkungannya,” terangnya.

Selanjutnya yang menjadi pertanyaan Muhklis adalah mengapa keberadaan limbah yang menjadi sumber radiasi tersebut tiba-tiba berada dilokasi taman perumahan tersebut yang saat ini tengah ramai diperbincangkan dan di beritakan itu.
Menurutnya Limbah-limbah itu, kata Muhklis, sebenarnya keberadaannya tidak ada disitu ( Lokasi terpapar ) maka Ia berpendapat Dengan keberadaan limbah tersebut, kemungkinan ada yang membuangnya hingga menjadi sumber radiasi.
Muklis juga menjelaskan, menurutnya yang menjadi persoalan tersebut sebenarnya adalah bukan paparan radiasinya namun keberadaan limbahnya yang disebut kini menjadi ilegal.
“Kalau secara kesehatan tidak ada efeknya, tapi secara legalnya secara hukumnya kok kenapa sumbernya ada disitu. Harusnya sumber itu ga ada disitu, dan nanti pasti ketahuan siapa yang membuang limbah itu karena di Bapeten kan ada datanya,” pungkasnya. /hen


