Tangsel Genjot Pelatihan AI dan Coding, Target Cetak 10 Ribu Guru Melek Teknologi
Jurnalis: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) terus mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan. Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah mencetak 10.000 guru yang memahami coding dan mampu memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.
Kepala Dindikbud Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, mengatakan penguatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, berbagai program peningkatan kapasitas guru di bidang teknologi informasi telah mulai dijalankan sejak awal tahun ajaran ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya pendidikan yang adaptif terhadap era digital.
“Sejak awal tahun ajaran ini kami telah berupaya meningkatkan kapasitas guru di bidang IT, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik,” ujar Deden.
Ia menjelaskan, pelatihan pemanfaatan teknologi, termasuk AI dan coding, saat ini masih berlangsung secara bertahap. Namun ke depan, program tersebut akan terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal.
Deden menilai kecepatan perkembangan teknologi menuntut para guru untuk terus belajar dan beradaptasi agar tidak tertinggal dalam memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami memahami bahwa kemajuan teknologi berkembang sangat cepat. Karena itu guru harus mampu beradaptasi. Penguasaan teknologi, termasuk coding dan kecerdasan buatan, menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki guru saat ini,” katanya.
Saat ini, Dindikbud masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah program yang telah berjalan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan program pelatihan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh para pendidik di seluruh sekolah.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan penguatan kembali agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Dukungan terhadap program tersebut datang dari Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah Swasta (PKSS) Kota Tangerang Selatan, Eko Pranoto. Ia menilai pelatihan AI dan coding bagi guru sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Menurut Eko, pemanfaatan AI saat ini telah terbukti membantu guru dalam menyusun bahan ajar, administrasi sekolah, hingga mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
“AI sangat membantu guru dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran dan administrasi. Sedangkan coding lebih diarahkan kepada peserta didik karena merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di masa depan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah sekolah swasta di Tangerang Selatan bahkan telah lebih dulu menerapkan pembelajaran coding bagi siswa. Di sekolah yang dipimpinnya, penggunaan AI juga mulai diterapkan, meski pembelajaran coding masih dalam tahap pengembangan.
Selain itu, kerja sama dengan pihak Erlangga melalui program coding dan robotik dinilai memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan digital siswa maupun guru.
Eko berharap program penguatan kompetensi digital dapat menjangkau seluruh sekolah secara merata, baik negeri maupun swasta, sehingga tidak terjadi kesenjangan kualitas sumber daya pendidik.
“Pelatihan sebaiknya diberikan dalam satu paket program yang terencana dan didukung anggaran yang memadai. Dengan begitu kompetensi guru di Kota Tangerang Selatan dapat berkembang secara setara dan tidak ada kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta,” tuturnya.
Dengan semakin masifnya pelatihan AI dan coding, Kota Tangerang Selatan berupaya menyiapkan guru yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya generasi digital yang siap menghadapi tantangan masa depan./h3n


