ASEAN Dengue Day, Tangsel Catat Nol Kematian DBD Tiga Tahun Berturut-turut
Jurnalis: Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN, – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat capaian membanggakan dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2024 hingga 2026, angka kematian akibat DBD berhasil ditekan hingga nol kasus.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangsel, di lantai 4 Puspemkot Tangsel. Kamis (25/6/2026).
Menurut Benyamin, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi panjang antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader jumantik, pengurus lingkungan, hingga masyarakat yang secara konsisten menjalankan upaya pencegahan dan pengendalian DBD.
“Pengendalian DBD di Tangerang Selatan dilakukan secara sistematis dan sudah berjalan cukup lama. Berawal dari inisiatif masyarakat di Pamulang yang membentuk kelompok Juru Pemantau Jentik (Jumantik), kemudian berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Benyamin menjelaskan, meskipun kasus DBD masih ditemukan setiap tahun, pemerintah terus berupaya menekan angka keterjangkitan dan mencegah terjadinya kematian.
“Yang tidak bisa kita nolkan mungkin jumlah kasusnya, tetapi yang bisa kita nolkan adalah angka kematiannya. Alhamdulillah sejak tahun 2024, 2025, hingga hari ini 2026, angka kematian akibat DBD di Tangerang Selatan sudah nol,” tegasnya.
Ia mengatakan, salah satu strategi utama yang diterapkan adalah Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), yaitu mendorong setiap keluarga untuk aktif memantau dan memberantas potensi sarang nyamuk di lingkungan rumah masing-masing.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor terpenting dalam memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
“Mulai dari bak mandi, tempat penampungan air, bawah dispenser, bawah kulkas, hingga tempat-tempat yang memungkinkan adanya genangan air harus rutin diperiksa. Ini harus menjadi kebiasaan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi masyarakat, Pemkot Tangsel juga menjalankan program Sertifikasi RW Bebas Jentik. Penilaian dilakukan melalui metode silent survey atau survei tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai fakta.
“RW yang berhasil menjaga lingkungannya bebas jentik diberikan sertifikat. Ini menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Benyamin.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo mengungkapkan bahwa kegiatan ASEAN Dengue Day tahun ini diikuti sekitar 230 peserta dan mengusung tema Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
Bambang memaparkan, tren kasus dengue di Tangsel menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 754 kasus, kemudian turun menjadi 648 kasus pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 tercatat 229 kasus.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa program pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan secara kontinu melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik memberikan hasil yang positif,” jelasnya.
Dalam evaluasi program RW Bebas Jentik, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 100 persen. Disusul Kecamatan Setu 64,58 persen, Pondok Aren 54,38 persen, Ciputat 50,48 persen, Ciputat Timur 44,74 persen, Ciputat Tinggi 44,44 persen, dan Serpong 33,88 persen.
Bambang menegaskan, meskipun sejumlah wilayah telah memperoleh sertifikasi RW Bebas Jentik, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan berjenjang dari tingkat rumah tangga hingga kecamatan.
“Pengendalian dengue tidak bisa dilakukan sesaat. Ini harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan terus-menerus agar angka kasus maupun kematian dapat terus ditekan,” pungkasnya.
Fokus utama berita ini adalah keberhasilan Tangsel mempertahankan nol kematian akibat DBD selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus menunjukkan tren penurunan kasus dan penguatan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik./h3n.



