TANGSEL

Merasa Ditipu Lapor Polisi, Belum Ada Titik Temu, Januar Keluarga TNI Kirim Surat Ke Presiden

TERASBANTEN.ID, TANGSEL,- Ditipu penjual mobil seken, seorang yang mengaku keluarga TNI bernama Januar Supriyatna (36) merasa kecewa pasalnya sudah hampir 2 bulan terhitung sejak ia melaporkan kasusnya pada Minggu 30 April 2023, hingga kini belum juga ada titik temu. Berkaitan dengan hal itu Januar telah mengirimkan surat. Ke Presiden Republik Indonesia (RI). Minggu 18/06/2023

“Asalamu’alaikum warahmatullah…
Selamat pagi salam sejahtera dan sehat selalu.Yang terhormat para pemangku pangku jabatan replublik Indonesia terkhusus bapak Presiden Republik Indonesia beserta Wakil Presiden dan para mentri. Izinkan saya melapor terkait maraknya kasus penipuan baik itu ONLINE ataupun secara langsung yang sangat marak terjadi di negara kita,” terangnya pada bunyi awal surat tersebut. Sabtu 17/06

“Sudah hampir 2 bulan ini saya melaporkan kejadian ini, ini bukti surat laporannya juga sudah lecek dan berlipat, saya bacakan yah, Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/B/807/IV/2023/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, Pada hari Minggu, Tanggal 30 April 2023 Sekira Pukul 22.30 Wib,” tambah Januar.

Januar menjelaskan laporannya berawal dari dirinya yang merasa tertipu oleh seseorang yang ingin menjual mobil seken di wilayah Tangsel, melalui transfer langsung di depan pemilik mobil.

“Dua bulan lalu saya mengalami kasus penipuan secara langsung yang terjadi di wilayah jelupang Tangsel, awalnya saya melihat postingan iklan mobil bekas Honda Freed di medsos, kemudian saya chat dan berlanjut telponan wa kemudian dikirinkan alamat, meskipun info awal saya dapatkan dari iklan namun dalam hal ini saya melakukan transaksi jual beli mobil secara langsung dan kejadianpun dirumah pemilik kendaraan disaksikan keluarga juga disaksikan kerabat saya,” terangnya kepada awak media.

Dia menjelaskan setelah dirinya sampai di rumah pemilik mobil ia mlakukan pengecekan mobil guna memastikan mobil tersebut dalam keadaan baik baik saja.

“Saat itu saya berniat ingin membeli mobil bekas HONDA freed, setelah saya sampai dirumah penjual mobil saya bertamu dengan orang tua dari pemilik kendaraan atas izin ayah dari pemilik kendaraan saya diperkenankan mengecek kendaraan,” ujarnya.

“Selesai sholat mahgrib, saya kembali kerumah pemilik kendaraan, dan si pemilik kendaraan sudah ada yang bernama S, dan saya menceritakan bahwa saya sudah mengecek kondisi keseluruhan kendaraan, maka saya meminta untuk melihat dokumen sah kendaraan Bpkb,stnk, faktur dan lainnya,” tambahnya.

Januar melanjutkan, dirinya juga mempertanyakan si pemilik Bpkb, S menjelaskan, nama dalam Bpkb tersebut atas nama kakanya. “Terakhir mempertanyakan prihal atas nama kendaraan di Bpkb, kemudian S menjawab bahwa mobil tersebut atas nama kakanya yang sekarang tinggal dibandung meskipun alamat yang tertera di Bpkb kendaraan diwilayah Jakbar,” paparnya.

Maka berdasarkan keyakinan tersebut, januar menegaskan meski ditengah keraguan. “Selanjutnya saya berminat untuk membayar mobil dan saya meminta nomer rekening dari pemilik mobil, namun saaat itu S memerintahkan saya untuk mentransfer dana kerekening orang yang dia katakan saudaranya bernama A,” terangnya.

“Dengan bsedikit keragu raguan mentransfer dana sebesar 100 juta, kemudian S meminta waktu 10 menit agar saudaranya mengecek ke ATM memastikan apakah sudah masuk atau belum, setelah 10 menit berlalu saya menanyakan kembali ke S bagaimana mbak apakah dananya sudah masuk atau belum ??? , Kemidian S mengambil HP dan mencoba menanyakan kesaudaranya yang bernama A, tak lama berselang S menanyakan kepada saya : mas apakah mas kenal dengan A ?,” ungkapnya,

“Lalu spotan saya menjawab tidak kenal, dan saya bertanya emang ada apa mbak ? , S menjawab Nomernya gak aktif mas gimana ya ? Saya menjawab loh gimana mbak. Tadikan mbak bilang dia saudara mbak dan mbak yang memerintahkan transfer bahkan saya berkali kali tanya dan tegaskan tadi, S menjawab iya mas tapi sepertinya kita ditipu, lebih baik kita buat laporan kekantor polisi saja,” lanjutnya.

Maka berdasarkan kronologis tersebut Januar berharap kasusnya dapat ditindaklanjuti dan pelaku cepat tertangkap. “Kejadian penipuan seperti sangat marak, harusnya kasus ini bisa terselesaikan, sudah 2 bulan tidak ada titik temu saya juga sudah melayangkan surat ke kementrian dan bapak Presiden. Agar merespon kasus ini,” pungkasnya. /H3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button