TANGSEL

Konflik Aset UIN-YSH, Benyamin Jamin KBM Tetap Berjalan

Jurnalis : Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta konflik terkait aset antara pihak yayasan dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diselesaikan melalui jalur hukum. Senin (31/8/2026).

Benyamin mengatakan, upaya musyawarah sebelumnya telah ditempuh oleh kedua belah pihak, namun belum menemukan titik temu. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme hukum agar status dan kepemilikan aset memiliki kepastian.

“Yang pertama, diselesaikan secara musyawarah dan itu sudah ditempuh, tetapi nampaknya tidak ketemu jalan musyawarah. Yang kedua, salah satu jalan adalah menempuh jalur hukum,” ujar Benyamin.

Ia menyebut, persoalan yang berkaitan dengan dugaan penyerobotan telah ditangani pihak kepolisian. Sementara persoalan status dan kepemilikan aset, kata Benyamin, sebaiknya diselesaikan melalui proses peradilan perdata.

“Yang pasti, apa pun persoalannya, kegiatan belajar-mengajar anak-anak kita jangan sampai terganggu. Itu yang sudah kita mintakan kepada kedua belah pihak,” tegasnya.

Benyamin memastikan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa hingga terdapat keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap. Hal tersebut sekaligus untuk menjawab kekhawatiran para orang tua dan wali murid terkait dampak konflik terhadap pendidikan anak.

“Ini kewenangan kita tingkat SD dan seterusnya. Saya menjamin kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan seperti biasa sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap terhadap persoalan yang sedang berlangsung,” katanya.

Pemkot Tangsel juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah. Benyamin mengatakan, Kepala Bidang SD bersama kepala seksi terkait telah ditugaskan untuk memantau perkembangan situasi setiap hari.

Ia berharap tidak ada lagi tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kenyamanan lingkungan sekolah. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan, kegiatan belajar-mengajar saat ini telah berlangsung seperti biasa setelah sebelumnya sempat dilakukan secara daring.

Benyamin juga meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melibatkan kelompok massa dalam persoalan tersebut.

“Saya pikir tidak perlu pihak lain ikut masuk ke dalam wilayah ini. Biarkan proses hukum yang akan menyelesaikan. Saya minta semua pihak menahan diri, baik dari pihak yayasan maupun pihak lainnya,” pungkas Benyamin./h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button