SERPONGTANGSEL

DLH Tangsel Gelar Pelatihan Pengomposan untuk Efisiensi Pemeliharaan Taman

TERASBANTEN.ID, TANGSEL- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya meningkatkan kualitas pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) melalui pelatihan bagi petugas lapangan. Selasa 15 Oktober 2024

Dalam kegiatan pelatihan pengomposan dan pembibitan yang digelar oleh DLH Tangsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, menyampaikan bahwa keterampilan ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan pemeliharaan taman di wilayah tersebut.

“Pelatihan ini kami tujukan kepada petugas lapangan, terutama perawat taman. Kami ingin memastikan bahwa tanah yang dikelola subur, dan jika belum subur, mereka tahu cara memperbaikinya melalui pengomposan,” ungkap Wahyunoto pada terasnanten.id

“Keterampilan pengomposan dan pembibitan ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya sangat luas. Dengan keterampilan ini, petugas kami dapat melakukan perawatan taman dengan lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Wahyunoto juga menegaskan bahwa saat petugas menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini, mereka tidak hanya menjaga keindahan taman, tetapi juga membantu menghemat anggaran dengan tidak harus membeli bibit baru.

“Sebetulnya, pohon-pohon yang dirawat, ketika dipangkas, masih bisa disetek dan ditanam kembali. Ini lebih efisien daripada membeli bibit baru,” tambahnya.

DLH Tangsel sendiri memiliki lahan pembibitan (nursery) di dekat Tol Rawa Buntu, yang digunakan untuk menumbuhkan bibit tanaman hias dan pohon pelindung.

“Kami memanfaatkan lahan sekitar 2.000 meter persegi untuk nursery. Bibit yang dihasilkan siap diaplikasikan di taman-taman, sehingga kami tidak perlu selalu membeli bibit baru,” jelas Wahyunoto.

Dalam pelatihan ini, DLH Tangsel juga menghadirkan narasumber profesional, termasuk dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan ahli di bidang hidroponik dan agroponik.

“Teknologi hidroponik memungkinkan kami memaksimalkan lahan yang terbatas untuk menghasilkan ribuan bibit tanaman,” kata Wahyunoto.

Menanggapi kendala yang dihadapi dalam menjaga RTH, Wahyunoto mengakui adanya tantangan dalam mempertahankan ruang terbuka hijau di tengah permintaan berbagai pihak yang ingin memanfaatkan lahan untuk keperluan lain, seperti lapak UMKM dan pemasangan iklan.

“Kami di DLH akan terus berupaya mempertahankan RTH untuk kepentingan konservasi dan keanekaragaman hayati,” tegasnya.

Pelatihan ini akan diadakan setiap tahun dengan fokus yang berbeda, baik dari segi teori maupun praktik di lapangan.

Pelatihan ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan petugas DLH Tangsel dalam menjaga dan memelihara taman-taman kota yang menjadi paru-paru hijau bagi masyarakat.

Dengan lebih dari 300 petugas yang terlibat dalam pemeliharaan taman di Tangsel, DLH berharap program pelatihan ini akan semakin meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan RTH di wilayah tersebut. /H3m

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button