Warga Gerebek RedDoorz di Ciputat, Lurah Ambil Langkah Tegas

TERASBANTEN.ID, CIPUTAT – Puluhan warga Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), geram dan melakukan penggerebekan sebuah penginapan RedDoorz pada Sabtu (16/11) malam. Warga menduga tempat tersebut menjadi sarang prostitusi online, memicu keresahan yang tak lagi bisa diredam.
Penggerebekan tersebut turut dihadiri Lurah Ciputat, Iwan Pristiasya, bersama jajaran Polsek Ciputat Timur dan Trantib Ciputat. Iwan mengungkapkan, dirinya dihubungi oleh Ketua RT yang melaporkan rencana aksi warga.
“Pak RT menelepon saya dan bilang warga mau gerebek RedDoorz. Saya pikir, bukannya tempat itu sudah ditutup? Akhirnya saya datang ke lokasi. Tapi ternyata pihak pengelola tidak ada di tempat,” ujar Iwan, Minggu (17/11).
Iwan menjelaskan, aksi tersebut melibatkan sekitar 50 orang, termasuk warga, tokoh masyarakat, dan ketua RT setempat. Saat penggerebekan, warga menemukan sejumlah perempuan yang diduga terlibat aktivitas mencurigakan.
“Setelah kami data, ada tujuh perempuan di lokasi. Mereka tidak secara langsung ditemukan sedang melakukan prostitusi, tapi saat ditanya, mereka mengaku terkait,” ungkap Iwan.
Dari pemeriksaan lebih lanjut, diketahui kontrak sewa antara pengelola RedDoorz dan pemilik gedung telah berakhir sejak sebulan lalu. Namun, aktivitas di tempat itu masih terus berlangsung.
“Ternyata pemilik gedung dan pengelola berbeda orang. Kontraknya sudah habis, dan bangunan itu sebenarnya sudah disegel. Tapi tetap saja ada aktivitas di dalamnya,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Lurah Iwan langsung mengambil langkah tegas dengan menutup dan menggembok tempat tersebut secara permanen.
“Akhirnya saya gembok sendiri gedung itu. Saya tunggu sampai pemilik gedung datang untuk mengambil kunci. Langkah ini kami ambil untuk menjamin kenyamanan warga,” tegas Iwan.
Setelah penutupan dilakukan, puluhan warga yang sebelumnya berkumpul perlahan membubarkan diri. Penutupan RedDoorz ini diharapkan dapat mengakhiri keresahan masyarakat sekitar. /H3N.

