TANGSEL

Penandatanganan MoU Antara BRIN dan KITEC: Sinergi Indonesia-Korea Menuju Energi Bersih dan Net-Zero Emission

TERASBANTEN.ID SETU TANGSEL – Dalam momentum bersejarah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Korea Institute of Industrial Technology (KITEC) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang riset energi dan lingkungan. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk bersama-sama mencapai keberlanjutan global melalui inovasi teknologi. Senin 26 november 2024.

Changyeop Lee, Ph.D., dari KITEC, mengungkapkan keyakinannya bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi kedua negara. “Kami ingin berkolaborasi untuk menciptakan jenis produk yang adil dan sesuai untuk diimplementasikan di Indonesia. Dengan partisipasi melalui penelitian nasional, kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah pada pengembangan produk baru. Tujuan utama kami adalah menciptakan kemajuan bersama antara BRIN dan KITEC,” jelasnya.

Dr. Lee juga menyoroti pentingnya langkah ini dalam konteks global. “Acara ini sangat bermakna karena menjadi awal kerja sama dua institusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai kualitas udara yang lebih bersih. Ini adalah bentuk nyata komitmen dua negara dalam mendukung keberlanjutan global,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, kerja sama ini akan mencakup pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), teknologi manufaktur, dan industrialisasi energi terbarukan. “Dengan sinergi ini, kita dapat mempercepat implementasi energi terbarukan, tidak hanya di kedua negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada tujuan global,” ungkapnya.

Dr. Lee menggarisbawahi pentingnya kombinasi sumber daya dan teknologi. “Korea memiliki keterbatasan sumber daya alam, tetapi kami memiliki teknologi yang sangat maju. Dengan menggabungkan sumber daya Indonesia dan teknologi Korea, kami optimis perkembangan teknologi dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Tata Sutardi, Ph.D., perwakilan BRIN, menyampaikan bahwa kerja sama ini melanjutkan inisiatif riset yang telah dimulai sebelumnya di tingkat kementerian. “Kini, seluruh kegiatan riset di Indonesia, terutama di bidang energi, telah terpusat di BRIN. Dengan potensi yang besar, kami melihat peluang luar biasa untuk memperluas kerja sama ini bersama KITEC dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.

Kolaborasi ini tidak hanya membangun sinergi, tetapi juga menggabungkan keunggulan masing-masing negara. Indonesia, dengan sumber daya alamnya yang melimpah, dan Korea, dengan teknologi canggihnya, diyakini mampu menciptakan solusi inovatif untuk tantangan energi dan lingkungan.

Prioritas Riset dan Teknologi
Beberapa topik utama yang menjadi fokus kerja sama ini meliputi:Teknologi untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) di Korea.Perkembangan teknologi biomassa dan biofuel. Pengembangan katalis untuk energi terbarukan.

Dr.Tata menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan di bidang biodiesel, yang dapat menjadi pelajaran penting bagi Korea. “Kita tidak memulai dari nol, tetapi dari titik yang sudah ada di kedua negara. Ini memungkinkan implementasi riset menjadi lebih mudah dan cepat,” jelasnya.

Dampak dan Harapan Kolaborasi
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penelitian, tetapi juga membuka peluang investasi Korea di sektor manufaktur berbasis energi bersih di Indonesia. Dengan kebijakan Korea yang fokus pada transisi energi bersih dan target karbon netral pada 2050, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat upaya global untuk mencapai keberlanjutan.

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal perjalanan menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kolaborasi antara BRIN dan KITEC diharapkan menjadi model kerja sama lintas negara yang efektif dan berdampak positif secara global. /H3n..

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button