TANGSEL

Tangsel Gaspol Atasi Banjir Maharta, Fokus Rumah Pompa dan Kali Serua

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus tancap gas menangani banjir di Kompleks Maharta, Pondok Aren. Melalui program pengendalian banjir terintegrasi, Pemkot Tangsel menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang sudah berlangsung lama ini.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Robbi Cahyadi, menjelaskan bahwa revitalisasi Kali Serua sudah dilakukan bertahap sejak 2018. Mulai dari peninggian turap dengan beton bertulang hingga pelebaran badan sungai sekitar satu meter.

“Revitalisasi lima tahun terakhir memang cukup berdampak, tapi curah hujan yang makin ekstrem bikin tantangan ini belum selesai. Kami terus perluas kapasitas sungai agar lebih tahan terhadap banjir,” ujar Robbi, Rabu (16/4/2025).

Robbi menyebut, salah satu kendala utama adalah kondisi backwater—air dari Kali Serua yang meluap masuk ke saluran pemukiman. Ditambah lagi kapasitas sungai yang terbatas, serta minimnya rumah pompa. Saat ini baru ada 8 unit rumah pompa, padahal kebutuhan minimalnya 15 unit. Belum lagi 15 pintu air yang belum semuanya berfungsi optimal.

“Titik-titik kritis juga ada di sekitar Jembatan Pasar Maharta yang mempersempit aliran sungai, dan banyaknya endapan di Kali Serua. Semua ini sedang kami kejar solusinya,” lanjutnya.

Langkah percepatan akan mulai digarap tahun 2025. Tiga rumah pompa baru akan dibangun lewat APBD murni, dan enam unit tambahan dari APBD Perubahan. Seluruh pintu air juga akan diperbaiki. Di Jalan Dr. Setiabudi, turap akan ditinggikan, dan Kali Serua akan dikeruk untuk memperlancar aliran.

Tak hanya itu, jembatan penyempit di Jalan Delima (Pasar Maharta) akan dibongkar. Saluran drainase lingkungan juga akan ditata ulang oleh Dinas Perkimta, sementara kolam retensi yang ada akan dikeruk kembali.

Pemkot Tangsel juga menjalin koordinasi dengan Pemkot Tangerang untuk normalisasi Kali Serua lintas wilayah. “Semua pihak harus terlibat. Kami butuh peran aktif warga untuk menjaga kebersihan drainase, karena rumah pompa tidak bisa bekerja maksimal kalau salurannya mampet oleh sampah,” tegas Robbi.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Eka Pribawa, menambahkan bahwa solusi jangka menengah juga tengah disiapkan. Beberapa di antaranya yakni pembangunan longstorage, polder kawasan, dan kolaborasi dengan pengembang untuk membangun kolam tampungan air baru.

“Kami ingin solusi yang bukan cuma jangka pendek, tapi juga berkelanjutan. Agar masyarakat Maharta tak lagi khawatir saat hujan deras datang,” ucap Eka.

Pemkot berharap, berbagai upaya ini bisa menekan risiko banjir secara signifikan dan menciptakan rasa aman bagi warga. Partisipasi masyarakat juga dinilai menjadi kunci keberhasilan program pengendalian banjir ini. /h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button