Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Apresiasi Program Sekolah Swasta Gratis Pemprov Banten

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni melakukan foto bersama usai acara penutupan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Nusantara Plus, Kecamatan Ciputat Timur. Jumat (18/07). Foto: Suhendra Jaya (terasbanten.id)
TERASBANTEN.ID, TANGSEL— Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program sekolah swasta gratis yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Program ini dinilai menjadi solusi konkret dalam memastikan seluruh anak usia sekolah, khususnya jenjang SMA/SMK, dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya.
Pernyataan itu disampaikan Pilar saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Nusantara Plus, Kecamatan Ciputat Timur. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis buku rekening bantuan pendidikan kepada siswa-siswi penerima manfaat program. Jumat (18/07).
“Walaupun pendidikan jenjang SMA menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, tapi kita tidak boleh lupa bahwa siswanya adalah warga Tangsel. Kami tentu sangat mengapresiasi langkah Pak Gubernur karena ini adalah solusi riil untuk memenuhi hak pendidikan masyarakat,” ujar Pilar di sela kegiatan.
Menurut Pilar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memiliki komitmen yang sama. Di jenjang SMP, Pemkot juga telah lama menggandeng sekolah swasta dalam penyediaan akses pendidikan gratis melalui skema kerja sama bantuan.
“Di Tangsel, kami sudah menjalankan kerja sama dengan sekolah swasta untuk jenjang SMP. Maka ketika Provinsi menerapkan di jenjang SMA, ini menyambung secara berjenjang. Anak-anak kita tetap bisa sekolah tanpa dibatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri,” tambahnya.
Pilar juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pendidikan meski sifatnya gratis. Ia menilai bahwa pembatasan jumlah siswa per kelas, sebagaimana diatur oleh Pemprov Banten, adalah langkah tepat untuk menjaga mutu pembelajaran.
“Pak Gubernur sudah menetapkan batas maksimal 36 siswa per kelas. Meskipun di awal ada penyesuaian dan mungkin sebagian masyarakat sempat kaget, tapi saya yakin, ke depan masyarakat akan terbiasa. Justru dengan cara ini, mutu pendidikan tetap terjaga,” jelasnya.
Dari sisi dampak, Pilar meyakini program ini akan turut mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama belajar di Provinsi Banten.
“Kalau kita bicara Tangsel, target pendidikan 12 tahun sudah tercapai. Tapi di daerah lain masih ada yang baru 10 atau 11 tahun. Dengan program seperti ini, saya optimistis rata-rata lama sekolah di Banten bisa meningkat hingga 13 bahkan 14 tahun,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Pilar memastikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan siap mendukung dan mengawal program-program pendidikan dari Pemprov demi memastikan seluruh anak mendapat hak pendidikan yang layak.
“Kami di Pemkot siap mengawal dan mendukung sepenuhnya. Dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA hingga ke perguruan tinggi, kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Tangsel bisa sekolah dengan baik,” tutupnya. /h3n. (ADV)

