TANGSEL

Pemprov Banten Gerak Cepat Atasi Radiasi Cs-137 Bersama Pemerintah Pusat

TERASBANTEN.ID SERANG – Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat menanggulangi paparan radiasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya mempercepat proses penanganan dengan memperkuat kolaborasi lintas lembaga dan seluruh pemangku kepentingan. Selasa (14/10/2025).

Hal itu disampaikan Gubernur seusai mengikuti Apel Satuan Tugas Penanganan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 dan Kesehatan pada Masyarakat Berisiko Terdampak di Polsek Cikande,. Kegiatan yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Banten Irjen Hengki.

Dalam kesempatan itu, turut digelar penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi seluruh kepala desa dan lurah di Kecamatan Cikande, sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang terpapar radiasi.

Gubernur Andra Soni menjelaskan bahwa Pemprov Banten telah berulang kali menggelar rapat koordinasi untuk memetakan wilayah terdampak radiasi. Saat ini, area yang termasuk zona merah dan kuning telah teridentifikasi dengan jelas, berikut rencana teknis penanganannya di lapangan.

“Kita akan melakukan relokasi sementara bagi masyarakat terdampak hingga proses dekontaminasi selesai. Polda, Pemkab Serang, dan Pemprov sudah menyiapkan langkah-langkahnya. Tinggal ditentukan lokasi yang paling efektif agar aktivitas masyarakat, termasuk sekolah, dapat berjalan normal,” ujar Andra Soni. Senin (13/10/2025)

Untuk memastikan kesehatan warga tetap terjaga, ia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Banten bersama Dinkes Kabupaten Serang melakukan pemeriksaan menyeluruh bagi masyarakat di sekitar kawasan radiasi.

Selain itu, sistem satu pintu masuk ke kawasan Modern Cikande juga diberlakukan guna memperketat pengawasan. “Setiap kendaraan yang keluar diperiksa secara intensif agar benar-benar steril dan bersih,” tegasnya.

Andra Soni menambahkan, tim satgas juga melakukan pemeriksaan kendaraan angkutan barang yang keluar dari perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut. Seluruh langkah penanganan, kata dia, telah terkoordinasi dengan baik dan ditangani oleh para ahli sesuai bidangnya — mulai dari penelusuran sumber radiasi hingga proses dekontaminasi.

“Sebagai bangsa besar, Indonesia memiliki kemampuan untuk mengatasi persoalan ini dengan kerja sama semua pihak — mulai dari pemerintah pusat, daerah, tenaga ahli, hingga dukungan teknologi dan sumber daya manusia. Target kita, dalam waktu tidak lebih dari dua bulan kawasan ini bisa kembali steril seperti semula,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya peran kepala desa dan lurah untuk aktif memastikan kondisi kesehatan warganya.

“Jika ditemukan gejala mencurigakan di masyarakat, segera lakukan pemeriksaan. Dan yang paling penting, pastikan warga tidak memasuki zona radiasi yang sudah ditetapkan, karena itu sangat berbahaya,” tegas Hanif.

Ia juga menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan tidak boleh sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan kesiapan bersama.

“Peristiwa ini adalah alarm keras bagi kita semua agar merespons secara terpadu, terukur, dan terkoordinasi. Sebagai negara besar, Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita hadir, sigap, dan mampu menghadapi ancaman radiasi dengan segala daya dan upaya bersama,” pungkasnya. /h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button