NEWS

Dindikbud Tangsel Perkuat Pendidikan PAUD, Hafiz Quran, dan Karakter Siswa

TERASBANTEN.ID TANGERANG SELATAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  terus memperluas dukungan bagi tenaga pendidik dan peserta didik melalui berbagai program beasiswa, peningkatan kompetensi, penghargaan prestasi, hingga penguatan karakter siswa di era digital. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, dalam keteranganya  usai kegiatan di kawasan BSD Serpong. Senin (17/11/2025).

Menurut Deden, beasiswa bagi guru PAUD menjadi salah satu program prioritas. Tahun ini, sebanyak 71 guru PAUD menerima beasiswa S1 Pendidikan PAUD yang akan dibiayai hingga selesai, terutama bagi guru yang belum S1 atau ijazahnya belum linier.

“Beasiswa guru PAUD sudah berjalan. Untuk tahun pertama 2025, ada sekitar 71 guru kita biayai untuk S1 Pendidikan PAUD. Ini bentuk komitmen Pemkot untuk memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini,” ujar Deden Deni.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menuntaskan pembiayaan PPG bagi kurang lebih 300 guru Pendidikan Agama Islam yang sebelumnya sudah lulus ujian namun belum mendapatkan sertifikasi. Saat ini, seluruh biaya PPG tersebut ditanggung Pemkot dan dilaksanakan di UIN.

Di sisi lain, program bantuan pendidikan, insentif guru, insentif operator sekolah, hingga insentif kepala sekolah juga tetap berjalan. Termasuk penyelesaian program Sarjana untuk tenaga pendidik yang memasuki tahap akhir pencairan.

Deden juga memaparkan perkembangan seleksi apresiasi hafiz Quran bagi siswa SD dan SMP. Menurutnya, jumlah peserta yang mendaftar jauh melampaui kuota.

“Animonya luar biasa. Usulan dari sekolah-sekolah bisa tiga kali lipat dari kuota yang tersedia. Rata-rata siswa SD sudah hafal tiga juz. Ini menjadi kejutan positif bagi kami, karena ternyata banyak anak Tangsel yang punya prestasi luar biasa di bidang hafalan Al-Quran,” kata Deden.

Program apresiasi hafiz Quran ini sekaligus menjadi alat evaluasi untuk memetakan kemampuan, kelebihan, dan potensi peserta didik.

Dari sisi kebudayaan, Dindik juga mulai menangani pengelolaan cagar budaya yang sudah diserahkan, termasuk Pelagangan Lengkong. Tahun depan, lokasi tersebut direncanakan ditata kembali dan diarahkan menjadi destinasi eduwisata sejarah.

“Selama ini mungkin kurang dikenal karena tidak ada petunjuk dan informasi lengkap. Tahun depan kami mulai tata supaya bisa dikunjungi masyarakat dan jadi media edukasi sejarah bagi siswa,” jelas Deden.

Menjelang akhir tahun dan rangkaian HUT Tangsel, Dindik akan menggelar Student Festival yang melibatkan semua jenjang pendidikan. Festival ini akan menampilkan minat dan bakat siswa, mulai dari seni tari daerah, modern dance, melukis, hingga pertunjukan budaya lokal.

“Ini menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak sekaligus bentuk pelestarian budaya. Kita ingin mereka berkembang tidak hanya akademik, tetapi juga seni dan karakter,” ucapnya.

Deden menegaskan bahwa penguatan karakter menjadi fokus penting, terutama menghadapi tantangan dunia digital yang sulit dibatasi.

“Anak-anak sekarang sangat mudah mengakses internet, termasuk konten negatif. Karena itu kami memperkuat pendidikan karakter bekerja sama dengan Jaksa Masuk Sekolah, Polres, BNN, hingga program Cegah Tawuran. Ini penting untuk membentengi anak-anak dari pengaruh buruk perkembangan teknologi,” tegasnya.

Untuk insentif guru swasta, Deden memastikan bahwa program tersebut tetap diberikan, termasuk bagi kepala sekolah dan operator yang belum tersertifikasi.

“Insentif guru swasta sebesar Rp4.500.000 tetap kami berikan. Kepala sekolah juga mendapatkan insentif sekitar Rp200 ribuan. Ini bentuk dukungan Pemkot terhadap guru-guru yang belum tersertifikasi,” tutup Deden Deni. /h3n. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button