Cuaca Ekstrem, Titik Banjir di Tangsel Berkurang, SDABMBK Buktikan Penanganan Banjir Berjalan Efektif
Reporter: SUHENDRA

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Tangerang Selatan selama beberapa hari terakhir tidak lagi berdampak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan banjir tercatat mengalami genangan yang lebih cepat surut, bahkan sebagian tidak lagi terdampak. Kondisi ini menjadi bukti nyata keberhasilan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan dalam upaya penanganan banjir secara berkelanjutan .Jumat (30/01/2026).
Berdasarkan data kejadian banjir pada 22 Januari 2026, genangan memang masih terjadi di beberapa lokasi seperti Pondok Maharta, Kampung Bulak, Graha Mas Serpong, hingga Empang Sari Ciputat. Namun, lama genangan relatif singkat, rata-rata hanya 1 hingga 5 jam, bahkan di beberapa ruas jalan utama air surut kurang dari dua jam setelah hujan reda .
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robby Cahyadi, menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan sistem pengendalian banjir yang dibangun Pemkot Tangsel mulai bekerja optimal meski menghadapi cuaca ekstrem dan tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu.
“Curah hujan kemarin sangat tinggi dan berlangsung cukup lama. Ditambah lagi muka air sungai besar seperti Cisadane, Angke, dan Pesanggrahan juga naik. Namun alhamdulillah, genangan bisa dikendalikan dan cepat surut. Ini hasil dari kerja konsisten kita dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Robby.
Ia menjelaskan, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, pengerukan sedimen, pembangunan turap dan tanggul, hingga penyediaan long storage dan tandon air di kawasan rawan banjir.
“Penanganan banjir tidak bisa instan. Kami kerjakan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Data lapangan hari ini membuktikan, meski hujan ekstrem, dampaknya jauh lebih kecil dibanding sebelumnya,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air SDABMBK Kota Tangsel, Eka Pribawa, menyebut bahwa pengoperasian pompa secara maksimal menjadi kunci utama percepatan surutnya genangan di sejumlah titik.

“Begitu hujan intensitas tinggi terjadi, tim langsung siaga. Pompa kawasan, pompa portable, hingga mobile pump langsung dioperasikan. Ini yang membuat genangan tidak bertahan lama dan tidak meluas,” jelas Eka.
Ia menambahkan, sejumlah proyek penanganan yang telah dibangun pada 2025 dan dilanjutkan pada 2026, seperti rumah pompa di Pondok Maharta, Empang Sari, Puri Bintaro Indah, hingga pengerukan Kali Angke dan Kali Serua, memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan risiko banjir.
“Ke depan, kami tetap fokus menyelesaikan program prioritas penanganan banjir, khususnya di daerah cekungan dan kawasan padat penduduk,” ungkapnya.
Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Yanti (32) warga Perumahan Puri Bintaro Indah, Jombang, Ciputat, mengatakan kondisi banjir saat hujan ekstrem kali ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang air memang masih naik, tapi cepat surut. Pembangunan long storage sangat membantu. Dulu sebelum ada penanganan, banjir bisa sampai setinggi pinggang orang dewasa dan bertahan lama. Sekarang jauh lebih cepat surut sehingga warga tidak terlalu panik lagi,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Pemkot Tangerang Selatan melalui Dinas SDABMBK optimistis upaya pengendalian banjir akan terus membaik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, meski dihadapkan pada tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu ./ h3n.



