TANGSEL

Tangsel Kejar 200 Tenaga Konstruksi Bersertifikat di Tahun 2026

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi. Setelah menuntaskan pelatihan dan sertifikasi 150 pekerja baja ringan,  pada Minggu lalu. Pemkot kini menargetkan total 200 tenaga konstruksi bersertifikat dapat tercapai sepanjang tahun 2026.  Selasa (24/02/2026).

Pelatihan yang telah rampung tersebut digelar melalui kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum yang membawahi Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi bersama Balai Jasa Konstruksi, HAPI, dan Kadin. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan materi teori dan praktik sekaligus uji kompetensi.

Wali Kota Tangerang Selatan menegaskan, pola pelatihan dan sertifikasi ini menjadi strategi berkelanjutan dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan memiliki daya saing.

“Peserta dilatih kemudian disertifikasi. Ini pola yang kita bangun agar tenaga konstruksi kita punya daya tawar yang lebih baik dan kualitas bangunan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta bukan pekerja baru, melainkan para tukang dan pekerja konstruksi yang telah lama berkecimpung di lapangan namun belum memiliki sertifikat kompetensi resmi.

“Output yang kita harapkan adalah pekerja konstruksi yang memiliki sertifikat, sehingga lebih kompeten dan mutu struktur bangunan di Tangsel semakin terjamin,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tangsel, Robby Cahyadi, mengatakan sertifikasi kini menjadi kewajiban dalam pelaksanaan proyek konstruksi, baik pemerintah maupun swasta.

“Tahun kemarin total 300 orang sudah disertifikasi. Tahun ini ada tambahan sekitar 200 orang lagi, termasuk yang bersumber dari anggaran Pemda,” jelas Robby.

Menurutnya, sertifikasi tidak hanya berlaku bagi pemasang baja ringan, tetapi seluruh lini pekerjaan konstruksi seperti tukang batu, tukang besi, tukang cat hingga mandor.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diuji memahami standar teknis pekerjaan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya dalam pemasangan baja ringan yang memiliki spesifikasi ketat, mulai dari jarak rangka, penggunaan baut hingga teknik pemasangan.

“Kesalahan kecil dalam pemasangan bisa berdampak pada kekuatan bangunan, terutama saat menghadapi angin kencang. Karena itu peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci menjaga mutu dan keselamatan konstruksi,” tegasnya.

Melalui target 200 tenaga konstruksi bersertifikat tahun ini, Pemkot Tangsel berharap setiap proyek pembangunan di kota tersebut benar-benar ditopang oleh tenaga kerja yang profesional, kompeten, dan sesuai standar nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button