Tangsel Mantapkan Langkah di Verifikasi Kota Sehat Nasional 2025

TERASBANTEN.ID,TANGSEL – Semangat kolaborasi dan inovasi kembali menjadi modal utama Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengikuti Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Tangsel untuk membuktikan komitmennya dalam mewujudkan kota yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Kamis (21/08/2025).
Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan yang juga Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Murti Utami, menekankan bahwa proses verifikasi merupakan bagian penting dari transformasi kesehatan di Indonesia. Ia menyebut, Kota Sehat tidak hanya soal infrastruktur, melainkan tentang bagaimana masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas bergerak bersama.
“Kabupaten/Kota Sehat adalah wujud nyata gotong royong. Pemerintah pusat hanya memberi kerangka, tetapi suksesnya ada di tangan daerah. Kami melihat Tangsel memiliki potensi besar dengan berbagai inovasi yang lahir dari masyarakatnya,” ujar Murti Utami, melalui zoom meeting di lantai 4 gedung Puspemkot Tangsel jalan Maruga Ciputat.
Murti juga mengingatkan bahwa verifikasi bukan sekadar mencari predikat, melainkan momentum evaluasi bersama.
“Hasil verifikasi nanti adalah cerminan komitmen kolektif. Saya berharap apapun hasilnya dapat diterima dengan lapang dada, karena yang terpenting adalah keberlanjutan program kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara dalam zoom meeting Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Kota Tangsel bersama dua kota lain di Banten , Cilegon dan Tangerang merupakan representasi terbaik daerah untuk bersaing di tingkat nasional. Ia menilai keberhasilan ini buah dari keseriusan daerah dalam menjaga sinergi lintas sektor.
“Delapan kabupaten/kota di Banten telah melalui tahapan panjang, dan Tangsel adalah salah satu yang terbaik. Kami optimis kota-kota ini mampu meraih Swasti Saba sesuai kategori. Pemerintah Provinsi akan terus mendampingi agar Banten bisa tampil membanggakan di kancah nasional,” tegas Andra Soni.
Andra menambahkan, Kota Sehat merupakan investasi jangka panjang. “Bukan hanya soal penghargaan, tetapi ini adalah warisan untuk generasi mendatang. Kota sehat berarti masyarakat hidup lebih produktif, lingkungan lebih lestari, dan pembangunan berjalan berkesinambungan,” tambahnya.
Ditempat yang sama Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, Kota Tangerang Selatan kini menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan paling pesat di Indonesia. Dengan luas wilayah 16.485 hektare, sekitar 60 persen merupakan zona perumahan, Tangsel memiliki modal demografi besar. Wali Kota Benyamin Davnie menekankan, kondisi ini menjadi peluang emas bagi pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Dengan 72 persen penduduk berada pada usia produktif, Tangsel memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Pemerintah daerah berkomitmen memanfaatkan bonus demografi ini secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Benyamin.
Rasio ketergantungan hanya 38,8 persen, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,05 persen per tahun, menunjukkan bahwa Tangsel adalah kota muda yang dinamis dan memiliki sumber daya manusia yang produktif.
“Kota yang memiliki penduduk produktif tinggi harus mampu menyediakan fasilitas dan program yang mendukung kualitas hidup, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja. Ini menjadi fokus kami,” tambah Benyamin.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel pun menempati posisi tinggi, yakni 84,16, didukung dengan rata-rata lama sekolah 11,8 tahun dan angka harapan hidup mencapai 75,8 tahun. Wali Kota Tangsel melihat capaian ini sebagai modal untuk mencetak SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“IPM tinggi menunjukkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan yang baik. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warga melalui program-program inovatif, sehingga Tangsel tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual dan sosial,” kata Benyamin Davnie.
Sejak tahun 2012, Tangsel konsisten meraih penghargaan Kota Sehat, mulai dari kategori Padapa (2015), Wiwerda (2017), hingga kategori tertinggi Wistara (2019). Menurut Wali Kota Benyamin Davnie, prestasi ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak.
“Keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja sama masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Hanya dengan kolaborasi, kita dapat mewujudkan kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Benyamin.
Dalam menghadapi tantangan perkotaan seperti 36 titik kemacetan, 11 titik rawan banjir, dan ketimpangan distribusi pendapatan, Pemkot Tangsel terus mengembangkan program inovatif. Menurut Benyamin, strategi pembangunan lintas sektor menjadi kunci menghadapi semua tantangan.
“Kami terus memperkuat integrasi lintas sektor, dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pariwisata. Harapannya, Tangsel bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara sosial, ekonomi, dan budaya,” tambah Benyamin.
Dengan semua upaya tersebut, Tangsel menargetkan Swasti Saba Wistara 2025, sebagai pengakuan atas konsistensi dan inovasi dalam penyelenggaraan Kota Sehat. Pemerintah Kota percaya bahwa verifikasi ini bukan sekadar penilaian, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif menuju kota modern yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. /H3n.



