Workshop AI Digelar, Tangsel Siapkan Birokrasi Cerdas Berbasis Teknologi
Reporter : Hendra Jaya

TANGERANG SELATAN, TERASBANTEN.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop AI Empowerment Government yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari persiapan menuju birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Benyamin, pandemi Covid-19 menjadi salah satu momentum yang mengubah cara kerja dan pola pelayanan pemerintahan.
“Covid-19 mengingatkan kita bahwa cara bekerja harus berubah. Bagaimana kita bisa berkomunikasi, berkoordinasi, dan memberikan pelayanan tanpa dibatasi ruang dan waktu. Karena itu penggunaan teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan,” ujar Benyamin.
Ia menegaskan bahwa masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat dan responsif. Oleh sebab itu, pemerintah harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Kalau hari ini masyarakat membutuhkan pelayanan, maka hari ini juga harus bisa dilayani. Kalau ada masalah hari ini, harus ada solusi secepat mungkin. Teknologi menjadi alat untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Benyamin menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel telah mengembangkan berbagai inovasi digital, salah satunya melalui platform TangselOne yang dilengkapi agen AI bernama Helita (Hello Kita Tangsel).
Melalui platform tersebut, berbagai layanan dan aplikasi pemerintah yang sebelumnya tersebar dapat diakses dalam satu sistem berbasis WhatsApp.
“Lebih dari 400 aplikasi pelayanan telah diintegrasikan dalam satu platform. Masyarakat cukup menggunakan WhatsApp untuk mengakses informasi dan layanan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Meski demikian, Benyamin mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
“AI adalah alat. Manfaatnya sangat besar jika digunakan dengan benar, tetapi tetap harus memahami batasan-batasan penggunaannya agar tidak menimbulkan dampak negatif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan workshop tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Tangsel sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Hari ini kita berkumpul di ruangan ini atas inisiatif langsung Pak Wali Kota. Beliau ingin memastikan Tangerang Selatan tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan AI,” ujar TB Asep.
Ia menjelaskan, sekitar satu bulan lalu Pemkot Tangsel telah meluncurkan aplikasi berbasis AI bernama TangselOne yang memiliki agen virtual bernama Helita. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan layanan secara lebih cepat dan efisien.
Menurutnya, AI bekerja dengan mempelajari pola data atau machine learning sehingga mampu memberikan jawaban dan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia.
“AI pada dasarnya mempelajari data. Semakin lengkap data yang dimiliki, semakin baik kemampuannya dalam membantu pekerjaan dan pengambilan keputusan,” jelasnya.
TB Asep menilai pemanfaatan AI akan membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan. Berbagai pekerjaan administratif maupun layanan informasi yang selama ini dilakukan secara manual dapat dibantu oleh sistem yang bekerja selama 24 jam.
Sebagai contoh, masyarakat yang ingin mengetahui persyaratan perizinan atau informasi layanan lainnya tidak harus selalu bertanya kepada petugas karena sistem AI dapat memberikan jawaban secara otomatis.
“Fungsi-fungsi pelayanan informasi seperti ini sudah bisa dilakukan oleh AI. Bahkan bisa melayani selama 24 jam tanpa henti,” katanya.
Selain TangselOne, Pemkot Tangsel juga tengah mengembangkan sejumlah aplikasi berbasis AI lainnya, termasuk sistem Data Rakyat yang digunakan untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan berbasis data desil.
“Harapan kami AI dapat membantu ASN bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih produktif. Pada akhirnya, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya melalui pelayanan publik yang semakin baik,” pungkas TB Asep.
Melalui workshop ini, Pemkot Tangerang Selatan berharap seluruh perangkat daerah semakin siap memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta percepatan transformasi digital menuju birokrasi yang cerdas dan modern.



