
TANGSEL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja dan generasi muda seiring meningkatnya berbagai persoalan psikologis yang kini banyak ditemukan pada usia produktif. Kamis 11/6/2026.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang melibatkan anggota Saka Bhakti Husada dan Karang Taruna.
Menurut Allin, kegiatan tersebut sengaja menyasar kelompok usia produktif karena mereka merupakan generasi penerus yang harus memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Target kita saat ini adalah Saka Bhakti Husada dan Karang Taruna. Artinya program ini memang menyasar usia produktif. Kita ingin mereka memiliki fisik yang kuat dan mental yang kuat sehingga mampu menggapai cita-cita dan menjalani kehidupannya dengan baik,” ujar Allin.
Ia menjelaskan, Germas tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa sejak dini.
Menurutnya, salah satu persoalan yang kini banyak dialami generasi muda adalah rasa cemas, kesepian, hingga merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita.
“Isu kesehatan mental sekarang memang sedang banyak terjadi. Kadang dimulai dari hal-hal sederhana seperti rasa cemas, merasa sendiri, merasa kesepian, atau tidak punya tempat untuk berbagi. Hal-hal seperti ini sering kali tidak disadari, padahal bisa berdampak besar jika terus dipendam,” katanya.
Allin menilai masih ada stigma di masyarakat yang menganggap seseorang lemah ketika mengungkapkan perasaan atau menceritakan masalah yang sedang dihadapi. Padahal, menurutnya, berbagi cerita kepada orang yang dipercaya merupakan salah satu bentuk upaya menjaga kesehatan mental.
“Ketika seseorang mau bercerita atau mencari bantuan, itu bukan tanda kelemahan. Justru itu cara untuk menjaga dirinya agar tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele karena memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan fisik.
“Sehat mental dan sehat fisik itu harus berjalan seimbang. Ketika fisik terganggu, kondisi mental bisa ikut terpengaruh. Begitu juga sebaliknya. Karena itu keduanya harus sama-sama dijaga,” tegas Allin.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Tangsel menghadirkan dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Columbia Asia serta seorang psikolog untuk memberikan edukasi kepada para peserta.
Menurut Allin, pemilihan narasumber tersebut didasarkan pada meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang kini mulai menyerang usia muda.
“Sekarang kita melihat banyak kasus penyakit tidak menular pada anak muda, mulai dari penyakit jantung hingga stroke. Bahkan ada yang meninggal dunia di usia muda. Karena itu kami menghadirkan dokter spesialis jantung dan psikolog agar peserta mendapatkan pemahaman yang utuh tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Germas, Dinkes Tangsel berharap generasi muda semakin sadar untuk menerapkan pola hidup sehat serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi masalah kesehatan mental, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan produktif.
