TANGSEL

Pajak Daerah Tangsel Capai Rp1,1 Triliun, Tren Olahraga dan Kuliner Dongkrak PAD

Reporter: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, CIPUTAT – Pendapatan pajak daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan tren positif. Hingga 11 Mei 2026, realisasi penerimaan pajak daerah tercatat telah menembus angka Rp1,102 triliun atau sekitar 40 persen lebih dari target Rp2,738 triliun pada APBD murni 2026.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Eki Herdiana mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di Tangsel yang terus bergerak dinamis.

“Target pajak daerah pada anggaran murni sebesar Rp2,738 triliun. Untuk target murni 2025 itu Rp2,548 triliun dan nanti pada perubahan akan diperbarui lagi, kemungkinan bertambah,” ujar Eki kepada wartawan, Selasa (12/5).

Dari berbagai sektor pajak, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp309 miliar. Kemudian disusul Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp247 miliar serta pajak restoran atau makan-minum sebesar Rp194 miliar.

Selain itu, penerimaan dari sektor hiburan dan jasa lainnya juga mengalami peningkatan. Pajak atas jasa kesenian dan hiburan tercatat mencapai Rp21 miliar, pajak hotel Rp19 miliar, serta pajak parkir sebesar Rp7 miliar.

“Lalu pajak atas jasa kesenian dan hiburan telah mencapai Rp21 miliar, pajak hotel Rp19 miliar dan pajak parkir Rp7 miliar,” paparnya.

Eki menilai meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di wilayah Tangsel menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan penerimaan pajak daerah, khususnya pada sektor restoran dan hotel. Bahkan, menurutnya kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan di DKI Jakarta diduga turut memberikan dampak positif bagi daerah penyangga seperti Tangsel.

“Bisa saja ada pengaruh penerapan WFH di DKI. Jadi masyarakat mungkin lebih banyak beraktivitas atau makan di sekitar sini. Makanya pajak restoran dan hotel angkanya lumayan bertambah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tren gaya hidup sehat dan olahraga yang kini semakin marak di tengah masyarakat juga ikut memberikan kontribusi terhadap kenaikan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak hiburan.

“Betul, termasuk olahraga juga masuk ke pajak hiburan. Angkanya sekarang sudah Rp21 miliar dan saya lihat cukup bagus dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia memaparkan, realisasi pajak hiburan pada triwulan I tahun lalu tercatat sebesar Rp13,9 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun ini sudah mencapai Rp14 miliar. Sementara pada triwulan II tahun lalu sebesar Rp14 miliar, sedangkan tahun ini yang baru berjalan sekitar satu setengah bulan sudah menyentuh angka Rp7,6 miliar.

Menurut Eki, tren peningkatan tersebut menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas masyarakat di Tangsel terus tumbuh, seiring meningkatnya minat warga terhadap sektor kuliner, hiburan hingga olahraga.

“Kalau saya melihat memang bagus ya, dibanding tahun sebelumnya juga mengalami kenaikan,” tandasnya./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button