Kolaborasi DPRD Banten Pemkot Tangsel Bahas Pendidikan Infrastruktur dan Banjir

TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Anggota DPRD Provinsi Banten menggelar rapat kerja di Pemkot Tangerang Selatan, bertempat di Ruang Blandongan. Rapat tersebut dilakukan dalam rangka reses untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan kota, serta menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai isu penting di Tangerang Selatan.
Senin (21/10/2024)
Yudi Budi Wibowo, Anggota DPRD Provinsi Banten, menyatakan bahwa pertemuan ini berfokus pada sejumlah permasalahan krusial seperti infrastruktur, kemacetan, pendidikan, dan kesehatan. “Kami hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah kota agar setiap isu bisa segera ditindaklanjuti,” ungkap Yudi.
Salah satu persoalan utama yang dibahas adalah kemacetan di perlintasan kereta Serpong dan Jombang yang sering dikeluhkan warga. Menurut Yudi, kemacetan tersebut memerlukan solusi konkret yang melibatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangsel. “Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Banten dan Pemkot Tangsel untuk mencari solusi atas masalah kemacetan di kawasan tersebut,” jelasnya.
Tidak hanya masalah kemacetan, Yudi juga menyoroti isu infrastruktur, pengelolaan sampah, serta kesehatan yang menjadi prioritas warga Tangsel. “Sinergi antara provinsi dan kota sangat diperlukan, terutama dalam hal penganggaran dan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Tangerang Selatan,” tambahnya.
Pjs Wali Kota Tangerang Selatan, Tabrani, turut menyampaikan isu terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menjadi perhatian besar masyarakat. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan PPDB, terutama untuk SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan provinsi. “Kami akan terus berkoordinasi dengan DPRD dan Dinas Pendidikan untuk memastikan proses PPDB berjalan lancar dan sesuai aturan,” kata Tabrani.
Masalah banjir di beberapa wilayah Tangsel juga menjadi perhatian utama dalam rapat ini. Yudi menekankan pentingnya penanganan serius terhadap masalah banjir, terutama dalam pengelolaan drainase dan sungai.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa Sungai Angke menjadi salah satu penyebab utama banjir di Tangsel. “Meskipun pengelolaan sungai berada di bawah Kementerian PU, kami tetap mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak banjir,” ujar Robby.
Pemkot Tangsel telah melakukan pemasangan turap dan perbaikan drainase di beberapa sungai, termasuk Sungai Benda dan Sungai Pangkuan, guna meminimalisir risiko banjir. Robby berharap pemerintah provinsi lebih aktif dalam menangani masalah banjir, terutama terkait sedimentasi di beberapa situ yang ada di Tangsel. “Kami berharap pemerintah provinsi dapat lebih terlibat aktif dalam penanganan banjir,” tutupnya. / H3n.


