Audiensi Bahas Tangsel Link, Trayek Pondok Cabe-Alam Sutera Segera Uji Coba
Jurnalis : Hendra Jaya

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Rencana pengembangan layanan transportasi publik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki tahap persiapan uji coba. Hal itu dibahas dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Dinas Perhubungan (Dishub), dan pihak Jempol Trans terkait pengembangan layanan Tangsel Link. Rabu 19/8/2026
Dalam audiensi tersebut, salah satu rencana yang dibahas yakni pembukaan trayek baru yang menghubungkan Pondok Cabe–Alam Sutera. Trayek tersebut akan menjadi salah satu rute yang terlebih dahulu diuji coba untuk melihat respons dan minat masyarakat.
Direktur Utama Jempol Trans, Jimi Wijaya, mengatakan pihaknya menyambut baik peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangsel dalam pengembangan transportasi publik.
“Jempol Trans memang sudah menjalankan shuttle di Graha dan beberapa tempat lainnya. Karena saya juga warga sini, Pak Wakil melihat peluang untuk mencoba kolaborasi. Saya akan mencoba, semoga bisa berjalan dengan lancar,” ujar Jimi.
Menurutnya, rute Pondok Cabe–Alam Sutera dipilih karena dinilai memiliki potensi penumpang. Mobilitas masyarakat dari kawasan Pondok Cabe menuju sejumlah wilayah Tangsel, termasuk Rawabuntu dan kawasan lainnya, menjadi salah satu pertimbangan.
Untuk tahap awal, Jempol Trans berencana menyiapkan sekitar dua hingga tiga unit bus. Jumlah tersebut masih bersifat terbatas karena layanan akan terlebih dahulu melalui masa uji coba.
“Kita masih trial. Belum tahu masyarakat seperti apa, peminatnya bagaimana. Jadi sedikit-sedikit dulu, coba-coba,” katanya.
Jimi menjelaskan, pelaksanaan uji coba masih menunggu proses koordinasi dengan Dishub Tangsel, terutama terkait perizinan, rute, titik pemberhentian, serta kesiapan halte.
Dishub juga akan melakukan kajian terhadap jalur yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut penting agar pengembangan trayek baru tetap terintegrasi dengan sistem transportasi yang sudah berjalan dan tidak menimbulkan persoalan dengan angkutan yang telah beroperasi.
“Rute-rutenya nanti disesuaikan dengan jalur minat yang mana. Masih dibuatkan studi ulang dan trial ulang,” jelasnya.
Jempol Trans juga menyatakan kesiapan menjalankan uji coba tanpa mengandalkan subsidi operasional dari pemerintah. Namun, perusahaan masih akan melakukan perhitungan tarif dan melihat respons masyarakat sebelum menentukan skema layanan secara lebih permanen.
Untuk sementara, estimasi tarif perjalanan Pondok Cabe–Alam Sutera berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu. Angka tersebut masih berupa perkiraan dan akan dibahas lebih lanjut.
“Kalau banyak saya enggak berani juga. Jadi masih kira-kira. Kita perlu diskusi lagi,” ujar Jimi.
Uji coba diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan sebagai tahap evaluasi untuk melihat tingkat keterisian dan minat masyarakat.
Jimi menyebut, secara bisnis layanan tersebut idealnya dapat mencapai sekitar 200 hingga 300 penumpang per hari agar operasional dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kalau saya inginnya peminat sampai sehari 200 orang, 300 orang, mungkin masuk. Kalau cuma 100 orang, saya tidak bisa menutup operasional. Kalau seperti itu, mungkin saya pelan-pelan mundur,” tuturnya.
Rencana trayek Pondok Cabe–Alam Sutera ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi publik bagi masyarakat Tangsel, sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di kota tersebut.
Sebelum layanan resmi berjalan, Pemkot Tangsel melalui Dishub akan memastikan aspek teknis, perizinan, rute, halte, serta kajian kebutuhan masyarakat sehingga uji coba Tangsel Link dapat berjalan aman dan sesuai kebutuhan pengguna transportasi publik./hen


