TANGSEL

APBD Perubahan 2026 Tangsel Ditargetkan Rampung September

Jurnalis : Hendra Jaya

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Proses pembahasan ditargetkan rampung pada September 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, pembahasan APBD Perubahan saat ini masih berlangsung dan bersifat dinamis. Pemerintah bersama DPRD masih melakukan pembahasan melalui Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Bulan depan sudah masuk ke dalam finalisasi. Bulan depan itu bukan berarti penetapannya. Kita masih terus melakukan pembahasan,” ujar Bambang. Di Puspemkot Tangsel. Selasa 18/8/2026.

Menurutnya, proses pembahasan sejauh ini berjalan sesuai tahapan. Pemkot Tangsel juga menargetkan tidak terjadi keterlambatan dalam proses penetapan APBD Perubahan.

“Target kita itu perubahan harusnya September awal, sekitar September awal sampai tengah. Itu schedule yang kita coba jaga supaya tidak terlambat,” katanya.

Bambang juga menjelaskan nilai APBD Perubahan 2026 akan mengalami peningkatan. Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah komponen pendapatan, baik dari pemerintah pusat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang pasti naik. Kenapa naik? Karena ada beberapa komponen pendapatan, khususnya dari pusat dan juga dari PAD kita sendiri yang progresnya positif,” jelasnya.

Untuk PAD, sektor pajak daerah masih menjadi salah satu sumber pendapatan utama. Di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak yang sebelumnya dikenal sebagai pajak restoran.

“PBB, BPHTB itu masih menjadi sektor unggulan. Kemudian juga pajak restoran, itu masih menjadi satu primadona,” ungkap Bambang.

Sementara penerimaan dari sektor retribusi daerah diakui masih belum maksimal. Pemerintah, kata dia, masih perlu melakukan sejumlah perbaikan agar sektor tersebut dapat memberikan kontribusi lebih optimal terhadap PAD.

Bambang menegaskan, tambahan anggaran dalam APBD Perubahan nantinya akan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tersisa hingga akhir tahun.

Dengan waktu efektif sekitar tiga bulan setelah perubahan ditetapkan, program yang dimasukkan harus realistis dan memungkinkan untuk diselesaikan.

“Kita juga akan mempertimbangkan program yang memang mungkin dan rasional dilaksanakan untuk kurun waktu tiga bulan. Tidak mungkin kita bikin gedung dalam tiga bulan,” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga akan menghindari kegiatan konstruksi yang membutuhkan waktu panjang atau berpotensi menjadi pekerjaan multiyears. Anggaran fisik akan diarahkan pada pekerjaan yang dapat dilaksanakan dan diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Selain itu, pengalokasian anggaran akan diselaraskan dengan program-program strategis daerah atau Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

Bambang berharap seluruh tahapan pembahasan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga APBD Perubahan 2026 dapat ditetapkan pada September dan pelaksanaannya tetap efektif hingga akhir tahun anggaran./ H3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button