TANGSEL

Pilar Dorong Trayek Pondok Cabe–Alam Sutera Segera Uji Coba

Jurnalis : HENDRA JAYA

TANGSEL – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mendorong pengembangan transportasi umum melalui trayek Pondok Cabe–Alam Sutera. Trayek tersebut direncanakan menjalani tahap uji coba setelah proses sosialisasi dengan berbagai pihak selesai dilakukan.

Pilar mengatakan, rencana tersebut mencuat setelah Pemkot Tangsel melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menerima audiensi dari perusahaan transportasi yang berminat mengoperasikan trayek tersebut.

“Ini kita apresiasi. Mereka sebagai perusahaan dari Tangsel dan sudah punya pengalaman di beberapa lokasi, termasuk mengangkut warga dari Cendana Residence sampai Fatmawati,” ujar Pilar, Kamis (20/8).

Menurut Pilar, trayek Pondok Cabe–Alam Sutera merupakan salah satu dari 33 trayek yang telah masuk dalam Rencana Umum Trayek (RUTJ) Tangsel yang disahkan pada 2025.

Sebelum pengoperasian secara penuh, Pemkot Tangsel akan melakukan sosialisasi kepada kelurahan, kecamatan, sekolah, pengembang perumahan, pengurus lingkungan, hingga pengusaha dan pemilik angkutan umum yang sudah beroperasi.

Setelah itu, layanan akan diuji coba selama tiga bulan dengan menggunakan kendaraan shuttle jenis Hiace. Uji coba tersebut untuk mengetahui pola perjalanan, jam operasional, serta titik-titik penjemputan yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk awalan mereka ingin trial and error dulu, menggunakan Hiace. Tapi ke depan menggunakan bus tiga perempat,” jelasnya.

Pilar juga meminta agar layanan tersebut nantinya memiliki waktu tunggu yang singkat. Ia berharap masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan angkutan.

“Ke depan saya minta waktunya bisa kontinu, mungkin 15 menit menunggu atau maksimal 20 menit,” katanya.

Rute Pondok Cabe–Alam Sutera nantinya akan melewati sejumlah kawasan di Tangsel, termasuk Maruga, Ciater dan kawasan BSD, sebelum menuju Alam Sutera.

Pilar menilai trayek tersebut memiliki potensi besar karena dapat membantu masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas, termasuk kawasan BSD dan Stasiun Rawa Buntu.

“Kalau naik ojek online cukup mahal. Naik motor selain panas juga macet dan belum bensinnya. Saya harap menggunakan ini lebih efektif, efisien dan lebih murah,” ungkapnya.

Pilar menegaskan, pada tahap awal perusahaan akan mencoba skema tanpa subsidi pemerintah. Evaluasi terhadap tingkat permintaan masyarakat nantinya akan menjadi pertimbangan apakah diperlukan dukungan subsidi.

“Kalau demand-nya tinggi dan tidak perlu subsidi, ya sudah. Tapi kalau ternyata butuh subsidi, nanti kami sampaikan kepada Pak Wali untuk kebijakan seperti apa,” ujar Pilar.

Menurutnya, terdapat sejumlah alternatif pembiayaan lain, salah satunya melalui pemasangan iklan pada kendaraan.

Pilar berharap pengembangan 33 trayek dalam RUTJ dapat berjalan bertahap hingga 2029. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan transportasi umum yang lebih murah, nyaman, aman dan efektif.

Pilar memastikan keberadaan trayek baru akan dikomunikasikan dengan angkutan kota yang selama ini beroperasi.

Ia menyebut terdapat sekitar 200 angkot di Tangsel yang selama ini menjadi bagian penting dalam melayani mobilitas masyarakat.

“Ada singgungan, pasti ada. Sekitar dua atau tiga perlintasan angkot yang akan bersinggungan di jalur Pondok Cabe sampai Alam Sutera. Makanya kita sosialisasikan dan kita ajak supaya semuanya mendukung,” pungkasnya. /Hen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button