Pemkot Tangsel Dorong Peningkatan Kompetensi ASN Melalui Pelatihan Manajemen Strategis

TERASBANTEN.ID, Tangsel— Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Teknis Manajemen Strategis bagi pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Senin (26/05/2025).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Senin (26/05) di Hotel Pranaya, BSD, Lengkong Gudang, Serpong, dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai perangkat daerah. Peserta merupakan pejabat eselon III dan IV yang terdiri dari camat, kepala bidang, kepala seksi, lurah, dan pejabat struktural lainnya.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, hadir langsung dan memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan. Dalam wawancara, ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
“Pelatihan ini penting untuk menegaskan kembali kepada rekan-rekan saya bagaimana mereka dapat melaksanakan tugas guna mencapai target-target RPJMD. Pelatihan seperti ini akan terus kita lakukan karena sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan,” tegas Benyamin.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pengelolaan aset daerah yang menjadi bagian dari tugas pokok ASN. Menurutnya, pemahaman menyeluruh tentang tata kelola aset, baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, harus menjadi perhatian serius.
“Aset itu tidak hanya tanah dan bangunan, tapi juga kendaraan, dokumen, bahkan file. Semua itu adalah tanggung jawab ASN. Maka dari itu, pengelolaannya harus sesuai pedoman yang berlaku. Ini bukan hanya penyegaran, tapi pengingat agar kita tidak menyalahi aturan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan BKPSDM Kota Tangerang Selatan, Fuad, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi teknis bagi pejabat struktural yang bertugas dalam perencanaan dan pelaksanaan program strategis.
“Fokus pelatihan ini adalah pada perencanaan strategis, perencanaan kinerja, penilaian kinerja, critical thinking, serta desain analisis. Materi-materi ini dirancang agar para peserta bisa lebih tajam dalam berpikir, menyusun strategi kerja, dan meningkatkan kinerja perangkat daerah masing-masing,” jelas Fuad.

Fuad juga menjelaskan bahwa pelatihan ini dilengkapi dengan sistem evaluasi berupa pre-test dan post-test. Peserta yang tidak lulus dalam post-test tidak akan mendapatkan sertifikat.
“Sertifikat ini bukan sekadar formalitas. Setiap pelatihan yang diikuti dan sertifikat yang diperoleh akan menambah poin dalam sistem manajemen talenta ASN. Ini akan berdampak langsung pada pengembangan karier mereka di masa mendatang,” terangnya.
Pelatihan ini tidak menggunakan sistem live-in, sehingga peserta tetap bisa menjalankan aktivitas harian di luar jam pelatihan. Meski demikian, kedisiplinan dan partisipasi aktif tetap menjadi kunci keberhasilan pelatihan.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap dapat membentuk ASN yang lebih profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi lebih optimal dalam pembangunan daerah.

