ADVERTORIALTANGSEL

SPMB Online Tangsel Siap Diluncurkan, Infrastruktur Teknologi Diperkuat Demi Kenyamanan Pendaftar

TERASBANTEN.ID, TANGSEL– Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan kesiapan infrastruktur teknologi untuk mendukung pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online Tahun Ajaran 2024–2026. Aplikasi dan sistem pendukung telah rampung 100 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan akhir. Jumat (13-06).

“Kita telah menyiapkan aplikasi beserta server-nya. Alhamdulillah, saat ini aplikasinya sudah selesai dibangun 100%, tinggal ada beberapa penambahan kecil saja. Mudah-mudahan aplikasi ini sudah bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Asep dari Diskominfo Tangsel.

Untuk menjamin kelancaran akses internet, Diskominfo juga telah melengkapi sejumlah ruang publik dengan jaringan internet berkecepatan tinggi. “Kami sudah memfasilitasi beberapa ruang publik, seperti taman kota, bale warga, bahkan di sekolah-sekolah juga telah kami lengkapi dengan jaringan internet. Kecepatan internet di satu titik bisa mencapai 100 Mbps, dan itu bersifat dedicated, jadi tidak terbagi-bagi,” jelas Asep.

Mengantisipasi lonjakan jumlah pendaftar yang setiap tahunnya bisa mencapai 12.000 orang, Diskominfo telah menerapkan sistem load balancing dengan beberapa server aktif. “Ketika masyarakat melakukan pendaftaran secara bersamaan—misalnya 1, 10, bahkan 100 orang sekaligus—sistem akan secara otomatis membagi beban kerja antar server. Ini upaya kami agar tidak terjadi gangguan seperti server down,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deden Deni melakukan peninjauan langsung ke gedung server Diskominfo guna memastikan kesiapan teknis menjelang pelaksanaan SPMB Online yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juni mendatang.

“Alhamdulillah, kesiapan teknis sudah dijelaskan oleh rekan-rekan dari Diskominfo. Insya Allah, saat pelaksanaan nanti, sistem akan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” kata Deden Deni.

Ia menambahkan, dari pantauan dan evaluasi pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, seperti 2022–2023 dan 2023–2024, masyarakat tidak mengalami kendala berarti dalam proses pendaftaran. “Ini menjadi indikator positif bahwa infrastruktur kita cukup siap. Semoga tahun ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Deden juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya jumlah pendaftar SPMB selalu melebihi daya tampung SMP Negeri. “Rata-rata pendaftar setiap tahun berkisar di angka 12 ribu orang, sedangkan daya tampung SMP negeri hanya sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa. Selisih 4.000 hingga 5.000 siswa ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun strategi intervensi lanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi istilah “sekolah favorit”, karena penerimaan siswa baru sepenuhnya berbasis sistem dan aturan. “Semua jalur—baik zonasi, afirmasi, prestasi, maupun mutasi—berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Selama syarat dipenuhi, terutama dari sisi domisili, maka calon siswa berhak diterima,” jelasnya.

Untuk tahun ini, jalur domisili menjadi yang terbesar dengan porsi minimal 40%, disusul afirmasi (30%), prestasi (25%), dan mutasi (5%).

Terkait istilah domisili dan zonasi, Deden menjelaskan bahwa keduanya tetap berbasis jarak, hanya pendekatannya kini lebih terstruktur. “Misalnya, beberapa SD diarahkan ke SMP tertentu agar distribusi siswa lebih merata. Jarak maksimal pendaftar yang diterima baru bisa diketahui setelah proses seleksi selesai, karena tergantung pada kepadatan di sekitar sekolah,” pungkasnya.

Dengan persiapan teknis yang matang dan koordinasi lintas dinas yang kuat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimis pelaksanaan SPMB Online tahun ini dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan bebas kendala. (ADV)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button