BANTEN

Ritual Sakral Seba Gede, Gubernur Banten Terima Persembahan dari Masyarakat Baduy

Editor: Hendra Jaya

Gubernur Banten Andra Soni secara khidmat menerima Seba Gede dari masyarakat Baduy. Sabtu (03/05). Foto (Ist).

TERASBANTEN.ID, SERANG BANTEN – Tradisi luhur masyarakat Baduy kembali mengalirkan nilai-nilai kearifan lokal di Gedung Negara Provinsi Banten malam tadi. Gubernur Banten Andra Soni secara khidmat menerima Seba Gede dari masyarakat Baduy, sebuah prosesi tahunan penuh makna yang mempererat tali silaturahmi antara warga Baduy dan pemerintah. Minggu 4 Mei 2025

Malam itu, suasana Gedung Negara di Jl. Brigjen KH Syam’un No. 5 terasa berbeda. Di tengah suasana sakral, Jaro Tanggungan Keduabelas, Saidi Putera, menyerahkan Laksa—simbol utama dalam prosesi Seba—kepada Gubernur sebagai Bapak Gede. Penyerahan ini merupakan bagian dari ritual Purwa atau Panabean, sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.

“Saya sebagai Bapak Gede menerima Seba Gede masyarakat Baduy tahun ini. Semoga masyarakat Baduy semakin sejahtera, alamnya subur, makmur dan gemah ripah,” ujar Gubernur Andra Soni. Sabtu (03/05).

Selain penyerahan hasil bumi, Jaro Pemerintah Oom menyampaikan pesan penting dari para Puun—tetua adat Baduy—yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam. Ia menyoroti pelestarian gunung dan sungai, serta kebutuhan akan obat anti bisa ular di fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat Baduy.

“Kami minta agar puskesmas memiliki persediaan obat anti bisa ular, agar masyarakat kami yang tergigit bisa segera ditangani,” kata Jaro Oom dengan penuh harap.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Andra Soni langsung merespons cepat. Ia memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk bekerja sama dengan puskesmas dan RSUD Banten guna memastikan ketersediaan obat anti bisa ular.

“Masyarakat Baduy mengajarkan kita arti kedisiplinan, saling menghormati, dan ketertiban. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka,” ungkap Andra Soni.

Sebagai penegasan, Jaro Oom menekankan bahwa pemberian hasil alam bukanlah bentuk upeti, melainkan wujud penghormatan dan ketaatan kepada pemerintahan yang sah, sesuai amanat leluhur.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman, mengungkapkan bahwa Seba Gede tahun ini diikuti oleh 1.769 warga Baduy, terdiri dari 1.700 Baduy Luar dan 69 Baduy Dalam.

Tradisi Seba Gede bukan hanya seremoni adat semata, melainkan jembatan nilai antara modernitas dan kearifan lokal. Di tengah dinamika zaman, masyarakat Baduy hadir membawa pesan bahwa keselarasan dengan alam dan pemerintah adalah kunci kehidupan yang seimbang. /rls /Edtr/h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button