Seorang Wanita Kosan di Tangsel Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Ojol

Ket : tempat kejadian gang sepi dan gelap saat malam

Tangsel, Terasbanten.id – Seorang wanita berinisial RU (24), pekerja swasta dan satu mahasiswi lainnya yang sampai saat ini identitasnya belum di ketahui telah menjadi korban pelecehan seksual diantara jalan Limun Rt 02 / Rw 08 menuju jalan Gang Nipan RT 04 RW 08, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Diketahui saat itu korban usai pulang bekerja menuju kos-kosanya melalui jalanan sepi dan gelap tersebut.

Diketahui, RU ( 24 ) usai pulang bekerja melalui gang tersebut dari jalan Limun menuju haji Nipan tempat tingalnya di sebuah kostan “Griya Aini” , wanita lulusan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah yang saat ini bekerja pada perusahaan swasta tersebut menuturkan menurutnya kejadian yang di alaminya mirip dengan kejadian yang saat ini viral di sosial media (sosmed) hanya perbedaanya dirinya RU di remas di bagian bokong sementara mahasiswi UIN yang viral di sosmed mengalami begal payudara.

“Kejadiannya mirip mas sama cerita wanita yang viral di sosmed itu cuma saya beda bukan diremas di dada. Saya bagian bokong,” terangnya Jumat 06/03.

Ia juga meceritakan saat pulang bekerja sekitar pukul 09.00 WIB pada Rabu Tanggal 04/03 terbiasa melalui gang tersebut dan tidak pernah ada kejadian namun saat itu gang sedang sepi juga di iringi rintik rintik hujan.

“Aku pulang kerja setengah 9 itu jam segituh gak ada apa apa biasanya suka banyak ada ojek banyak orang nongkrong karna habis hujan sepi gak ada orang, tapi pas malam itu aku liat ada orang itu karna gang gelap aku liatnya dia pakai baju hitam,” terangnya.

Lanjutnya saat Dia melihat orang tersebut pelaku menundukan kepalanya sehingga indentitas wajah pelaku tidak jelas terlihat olehnya.

“karna gang gelap waktu itu aku biasa lewat gak ada apa apa tapi saat itu aku liat mas ini nunduk tubuhnya kecil terlihat masih muda tiba tiba saat aku masuk gang itu dia orang itu bawa motornya pelan gituh saya merasa was-was lalu aku agak minggir, aku pikir dia mau lewat ternyata dia langsung meremas 2 detik bokong aku, lalu aku teriak “bangsat!!,” dia kabur aku kejar aku mau liat plat motornya. karna badan gemetar aku gak bisa liat, dia pakai helm mas,” ungkapnya.

Ia menambahkan Identitas korban terlihat muda karna dari potongan rambut yang sempat terlihat dari bagian bawah balakang helm dengan perawakan tubuh kecil. “Pelaku aku liat masih muda karna rambutnya kliatan dari helm, aku liatnya dari blakang, pas aku teriak pakai masker, aku tarik masker aku, lalu aku kejar, saya lapor ke mamah dan  lapor ke ibu kost juga lapor ke pak RW,” tandasnya.

Sementara kejadian begal payudara yang menimpa salah satu mahasiswi UIN Jakarta di gang yang sama, Ia tidak mengetahuinya, Ia merasa trauma atas kejadian tersebut hingga tiap pulang bekerja dirinya terpaksa memutar melalui jalan Haji Nipan.

“Kalau yang buat postingan itu saya tidak tau, saya memang alumni UIN tapi sudah bekerja di swasta dan kejadian pelecehan seksual itu bikin saya trauma. Saya sekarang muter jalan tiap pulang bekerja menuju kos dan tidak lagi lewat jalan limun saya muter lewat kampung hutan melalui jalan Haji Nipan. Saya belum lapor polisi dan saya masih di kantor saat ini,” paparnya.

Terpisah Musa (61), Ketua RW08, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel membenarkan kejadian tersebut. “Ada laporan, tapi yang berita sebenarnya laporannya hanya kesentuh pantatnya, tapi yang remas payudara belum lapor ke saya, yang dipegang pantatnya namanya RU (23), mahasiswi nyambi swasta, nama ibu kosnya ibu Lili, dia bilang ada motor ngikutin dia dari belakang lalu dipegang pantatnya,” ujarnya.

Setelah kejadian korban sempat marah-marah pelaku langsung kabur, situasi gang saat kejadian hujan grimis dan sepi. “Kejadian lagi sepi, saat Rabu 4 Fabruari, jam 8.30 malam. Ciri-ciri pelaku pakai helm, pakai jaket ojol, situasi di sepanjang ada 4 lampu penerangan, tapi satu mati, sisanya yang hidup, Lampu mati dari 4 bulan lalu sudah di usulkan satu tahun lalu tapi belum di realisasi kalau masyarakat sini, kebanyakan pertokoan, kurang begitu peduli, ibu kos jadi resah kan kalau di sini kebanyakan penghuni kosannya cewe semua rata rata,” pungkasnya.
/h3n

31 Total View 1 Today View

Redaksi TerasBanten

INFORMASI BERIMBANG DAN AKURAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *