Antisipasi Banjir Wakil Walikota dan Dinas SDABMBK Tangsel Tinjau Pembangunan Sungai Cibenda

TERASBANTEN.ID,TANGSEL,- Wakil Walikota dan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tinjau pembangunan Turab Tanggul sungai Cibenda, di kawasan Puri Bintaro indah.
Wakil walikota Pilar Saga Ichsan
mengatakan, peninjauan ini selain bertujuan untuk melihat kondisi pembangunan turap, juga termasuk rangkaian dari upaya percepatan penanganan banjir di Tangerang Selatan. Dimana, termasuk ke dalam 15 titik fokus pembangunan penanganan banjir di tahun 2022.
“Insyaallah bulan November ini pekerjaan akan segera rampung dan pembangunan akan terus berlanjut hingga ke hilir,” kata Pilar saat melakukan peninjauan.
Tak hanya itu, pembangunan juga menyasar kali Ciater segmen Ciater Hilir, lalu pembangunan prasarana Kali Baru hingga sekunder Parigi. Hingga pembangunan TPT kali Serua segmen Kacang Prima.
“Kami juga mulai pembangunan turap di Kali Serua Hilir, Kali Engram Gintung segmen Griya Mandiri, dan yang saat ini saya tinjau turap di Kali Perumahan Bintaro Indah,” jelas Pilar.
Terpisah saat dihubungi terasbantenmid melalui pesqn WhatsApp Kepala Dinsa SDABMBK menambahkan tujuan pembangunan di sungai Cibenda merupakan penambahan kapsitas dan normalisasi sungai.
“Pembangunan di PBI ini yang dilaksanakan pada tahun 2022 oleh dinas SDABMBK Tangsel tujuannya adalah menambah kapasitas, menormalisasi anak sungai Angke yaitu sungai Cibenda,” terang Kepala Dinas SDABMBK Tangsel Robbi Cahyadi pada terasbanten.id.
Robbi mengatakan, pembangunan sungai itu dalam mengantisipasi banjir yang kerap terjadi dikawasan tersebut. Selasa 25/10/2022.
“Sungai Cibenda crosing (Potong-red) ke Bintaro – Jakarta dan BSD yang mana sering terjadi banjir dan sedang dilakukan pelebaran dan ketinggian jembatan menyesuaikan juga mengantisipasi, dampak dari peninggian dan pelebaran jembatan tentu saja airnya akan lebih besar sehingga ke hilir dari tol itu dilakukan penanganan jembatan sungai Cibenda ini,” ungkapmya.
Robi menambahkan pelebaran sungai juga dilakukan guna menampung volume air, untuk mencegah jika satu waktu curah hujan cukup tinggi.
“Pelebaran sungai ini memanfaatan lahan yang sudah ada berupa jalan bantaran sungai yang masih aman kita lebarkan dari semula lebar 4 meter menjadi rata rata lebar 7 meter . Sekaligus di titik2 yang rendah kita tinggikan tanggul untuk menahan luapan air jika curah hujan cukup tinggi,” paparnya.
Lanjut Robbi bukan hanya pelebaran dan pembangunan tanggul dinasnya juga melakukan pembersihan sungai terhadap sedimen di sungai Cibenda dan melakukan normalisasi sungai.
“Kami juga melakukan normalisasi yaitu pengerukan sedimen pada outlet dari tol ini, sungai Cibenda ini sampai dengan persilangan dengan Jalan Sumatra, penanganan kali Cibenda sekmen kilometer 8 tol ini harus dilakukan, terus hingga ke Situ Parigi, kurang lebih sepanjang 2 kilometer,”
Robbi juga menjelaskan, penyempitan sungai juga merupakan penyebab terjadi banjir di persilangan jalan. “Yang mana yang menjadi salah satu penyebab banjir ini adalah penyempitan penyempitan pada segmen setelah persilangan dengan jalan sumatra dan situ parigi di beberapa titik bahkan lebar sungai tersisa satu setengah sampai dua meter, Kedepan Progrm normalisasi ini pelebaran perkuatan tanggul dan perbaikan turab sekaligus pengerukan sidemen akan terus dilakukan,” pungkasnya. /H3n.




