TANGSEL

Pilar Belasungkawa, Kunjungi Rumah Warga yang Meninggal Usai Antri Gas, Pemkot Tangsel Evaluasi Distribusi

TERASBANTEN.ID,TANGSEL– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), melalui Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengunjungi rumah duka almarhumah Yoni (63), warga RT 001 RW 007, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan setelah mengantri gas elpiji di pangkalan sekitar rumahnya. Selasa (04/02/25).

Dalam kunjungannya, Pilar menyampaikan rasa belasungkawa serta pesan dari Wali Kota Tangsel kepada keluarga almarhumah.

“Arahan dari Pak Wali Kota, serta salam hormat dan salam takzim untuk keluarga Ibu Yoni, Almarhumah. Mudah-mudahan beliau ditempatkan di sisi terbaik oleh Allah SWT,” ujar Pilar di rumah duka.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Pemkot Tangsel menyatakan akan mengevaluasi kembali mekanisme distribusi gas elpiji 3 kg (gas melon), agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pilar menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel terus memantau pendistribusian gas elpiji bersubsidi, terutama setelah perubahan aturan yang mewajibkan masyarakat membeli gas langsung di pangkalan, bukan dari pengecer.

“Tadi saya baru mendapatkan informasi bahwa per pagi ini telah dilakukan distribusi hingga ke tingkat Sub Penyalur. Mudah-mudahan ini semakin memudahkan masyarakat, karena selama ini kebiasaan masyarakat adalah membeli gas di pengecer,” ujar Pilar.

Namun, ia mengakui bahwa perubahan sistem ini membutuhkan adaptasi, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan agar distribusi tetap berjalan lancar.

Pilar juga memastikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, tidak ditemukan antrean panjang di pangkalan sebagaimana yang sempat diberitakan sebelumnya.

“Kami juga sudah menerima laporan bahwa Almarhumah adalah pelanggan tetap pangkalan tersebut. Bahkan, pemilik pangkalan sudah menawarkan untuk mengantarkan gas ke rumahnya, namun beliau memilih untuk membawa sendiri. Namun, di tengah perjalanan, beliau mengalami musibah,” lanjut Pilar.

Pemkot Tangsel bersama kepolisian dan TNI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan distribusi gas bersubsidi agar tidak menyulitkan masyarakat.

“InsyaAllah, akan ada solusi terbaik. Pemerintah tentu memiliki tujuan baik dalam pengendalian harga dan distribusi gas, dan kami akan memastikan kebijakan ini dapat berjalan dengan baik di lapangan,” tegas Pilar.

Dengan kejadian ini, Pilar berharap pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama mencari solusi agar pendistribusian gas melon lebih efektif, tidak hanya dari segi ketersediaan, tetapi juga aksesibilitas bagi warga yang membutuhkan.

Semrntara salah satu penjaga pangkalan Gas elpiji 3 Kg, saat ditemui, Insan mengatakan, bahwa pada hari kemarin yaitu Senin (p3/01/25) menceritakan kondisi dilapangan. Namun Ketika ditanya apakah mengetahui ada warga yang meninggal setelah mengantri, Insan mengaku tidak tahu karena ia berada di dalam saat kejadian. “Oh, bagaimana ya? Saya kurang tahu, saya di dalam,” katanya.

lebih lanjut mengenai bagaimana almarhumah membeli gas, Insan juga mengaku tidak tahu Ia hanya mendengar dari tetangga. “Saya kurang tahu, Mas. Saya hanya dengar dari tetangga,” katanya.

Namun, ia membenarkan bahwa antrean gas memang panjang.“Iya, memang antre,” ujarnya.

Menurut Insan, warga yang mengantre gas bisa menunggu hingga satu setengah jam sebelum mendapatkan tabung LPG.

Dalam sehari, pangkalan tersebut menerima 560 tabung gas untuk didistribusikan ke warga sekitar. Namun, jumlah tersebut masih belum mencukupi.
“Betul, masih ada warga yang belum dapat,” ungkapnya.

Ia memperkirakan bahwa jumlah warga yang mengantre pada hari itu mencapai 200 orang, mungkin lebih.“Iya, masih belum cukup tabung gasnya,” tandas Insan. / h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button