SPMB Tangsel 2025 Terapkan Sistem Radius Domisili Baru

TERASBANTEN.ID, TANGSEL— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan mulai menerapkan kebijakan baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jenjang SMP Negeri. Salah satu perubahan utama adalah sistem domisili yang kini dibagi berdasarkan radius jarak tempat tinggal siswa ke sekolah, menggantikan pola sebelumnya yang lebih sederhana. 23 Juni 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menjelaskan bahwa kebijakan ini disesuaikan dengan regulasi baru dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendikbud SPM ke-3 Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk memberikan akses yang lebih merata dan adil bagi seluruh calon peserta didik, baik yang tinggal dekat maupun yang jauh dari sekolah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Anak-anak yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah tetap memiliki kesempatan untuk masuk sekolah negeri melalui jalur domisili, meskipun dengan kuota yang terbatas,” ujar Deden Deni. Senin (23/06/2025)
Dalam sistem baru ini, kuota jalur domisili sebesar 40% dari total penerimaan, dibagi menjadi empat kategori berdasarkan radius, 0–1 km dari sekolah 60% kuota domisili, jarak
1 km – 2 km 15%, jarak 2 km – 3 km 10%, jarak 3 km: 5%
Dengan sistem ini, siswa yang tinggal lebih jauh dari sekolah tetap memiliki peluang untuk mendaftar, meskipun tidak sebesar mereka yang berada dalam radius terdekat. Langkah ini diambil untuk memberi ruang bagi calon peserta didik yang sebelumnya sulit mengakses sekolah negeri karena faktor jarak.
“Dulu yang diterima mayoritas hanya yang tinggal dekat. Sekarang, yang jauh pun bisa masuk sekolah negeri, asalkan kuotanya masih tersedia,” tambah Deden.
SPMB 2025 Kota Tangsel sendiri dimulai pada Senin, 24 Juni 2025, dengan jalur domisili sebagai tahap awal. Pendaftaran akan berlangsung secara bertahap hingga 9 Juli 2025, mencakup jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi setelahnya.
Komposisi kuota SPMB 2025 secara umum adalah sebagai berikut, Domisili 40%, Prestasi 30% (25% prestasi akademik dan non-akademik, 5% untuk anak guru dan mutasi), Afirmasi dan jalur lainnya sisanya
Total siswa yang akan diterima di seluruh 24 SMP Negeri di Kota Tangsel mencapai sekitar 9.000 siswa. Satu kelas rata-rata akan diisi lebih dari 40 siswa, meskipun Deden Deni mengakui bahwa kondisi ini belum ideal.
“Kami berharap ke depan akan ada pembangunan unit sekolah baru agar jumlah siswa per kelas bisa lebih seimbang,” ujarnya.
Tahapan SPMB dibuat tidak serentak agar siswa memiliki peluang untuk mencoba jalur lain jika tidak lolos di jalur pertama. Misalnya, peserta yang tidak diterima di jalur domisili tetap bisa mendaftar di jalur prestasi atau afirmasi, sesuai syarat dan kriteria yang dimiliki.
“Ini bagian dari upaya kami untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua,” pungkas Deden. / h3n.




