TANGSEL

SSA Jalan H. Usman Berlaku Pagi Hari, Dishub: Tertibkan Parkir dan Kurangi Kemacetan

TERASBANTEN.ID,TANGSEL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan mulai memberlakukan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan H. Usman, kawasan Trimatra. Uji coba diberlakukan setiap pagi mulai pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, dengan tujuan menertibkan parkir liar dan mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Rabu (02/07).

Kabid Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, mengatakan bahwa SSA diterapkan sebagai bagian dari penataan lalu lintas kawasan pasar yang setiap hari dipadati aktivitas warga dan kendaraan. Menurutnya, selama ini banyak kendaraan yang parkir di badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas dan menyebabkan kepadatan di jam-jam sibuk.

“Kenapa dari jam 5 pagi? Karena kita harapkan dari jam 5 sampai jam 8 itu areanya bisa dikosongkan dulu, agar aktivitas masyarakat lebih lancar. Kita fokuskan agar jalan ini tidak digunakan untuk parkir sembarangan atau melawan arah,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi uji coba.

Martha menjelaskan, penerapan SSA ini bukan keputusan sepihak, melainkan bagian dari upaya bersama antara Dishub, kepolisian, dan masyarakat sekitar. Dishub juga telah mempersiapkan pemasangan rambu dan marka jalan sebagai penunjang kebijakan baru tersebut.

“Nanti akan kami lengkapi dengan rambu-rambu dan marka jalan agar lebih jelas bagi masyarakat. Setelah itu, baru pihak kepolisian akan mulai melakukan penindakan terhadap pelanggaran. Tapi tahap awal tetap kami lakukan secara persuasif dulu,” jelasnya.

Martha menyadari bahwa perubahan ini tidak bisa serta-merta diterima semua pihak. Sebagian masyarakat dan pedagang sempat menyampaikan keberatan, terutama karena belum terbiasa harus memutar arah atau mencari lokasi parkir yang lebih jauh.

“Ini kan kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung puluhan tahun. Jadi kita juga tidak bisa langsung tegas. Kita butuh waktu untuk sosialisasi, pendekatan door to door, dan membangun kesadaran bersama,” tambahnya.

Meski masih hari pertama, respons masyarakat dinilai cukup positif. Banyak warga yang sudah mulai mengikuti aturan dengan tertib, meskipun ada pula beberapa yang masih mencoba melintas berlawanan arah dan mengeluhkan perubahan jalur.

“Sebagian besar masyarakat menerima karena sudah kita sampaikan pembatasan waktunya hanya sampai jam 8 pagi. Ada yang komplain karena harus mutar jauh, tapi itu lebih karena belum terbiasa saja. Nanti pelan-pelan akan kita bina,” ucap Martha.

Dishub juga melibatkan pengelola parkir, pedagang pasar, dan pihak sekolah dalam sosialisasi kebijakan ini. Komunikasi akan terus dilakukan selama masa uji coba agar semua pihak memahami tujuan dan dampak positif dari SSA.

Uji coba SSA ini akan berlangsung selama tiga minggu, hingga 23 Juli 2025. Setelah itu, Dishub akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah sistem ini akan dijadikan permanen.

“Jika hasilnya efektif dan masyarakat bisa menerima, kita akan permanenkan. Kita juga sedang kaji kemungkinan pembukaan akses di Jalan Pendidikan sebagai jalur penunjang,” ungkap Martha.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan SSA di hari pertama berjalan cukup tertib. Petugas Dishub dan kepolisian terlihat berjaga dan mengarahkan arus lalu lintas di sejumlah titik. Meskipun sempat ada beberapa warga yang memprotes karena belum mengetahui aturan baru, pelaksanaan uji coba tetap berjalan lancar dan kondusif.

“Intinya, ini semua demi masyarakat. Kami ingin menciptakan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi siapa pun yang beraktivitas di kawasan ini. Kami harap kebiasaan lama bisa ditinggalkan, dan masyarakat bisa menyesuaikan dengan aturan yang baru,” pungkas Martha./H3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button