TANGSEL

SDABMBK Tangsel Kebut 30 Titik Turap, Tuntas November 2025

TERASBANTEN.ID TANGSEL – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan terus mempercepat pembangunan turap di 30 titik rawan banjir yang tersebar di berbagai wilayah. Proyek penanggulangan banjir ini ditargetkan selesai seluruhnya pada November 2025, sebelum puncak musim hujan.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Robby Cahyadi, mengatakan bahwa percepatan dilakukan sejak Mei lalu. Pekerjaan difokuskan pada kawasan-kawasan yang kerap dilanda banjir, seperti Serpong Utara, PBI, Pondok Cabe, dan Vila Pamulang.

“Ada 30 titik pembangunan turap yang sedang dikerjakan. Hampir semuanya sudah progres. Kita targetkan tuntas sebelum masuk musim hujan, paling lambat November,” ujar Robby saat meninjau salah satu lokasi di Pakujaya, Serpong Utara, Selasa (15/7/2025).

Di kawasan Vila Mas, Pakujaya, SDABMBK membangun turap baru sepanjang 750 meter dengan tinggi sekitar 3,4 meter dari pondasi dasar. Selain itu, dipasang bronjong sepanjang 200 meter sebagai dinding penahan tanah guna memperkuat struktur bantaran Sungai Angke.

“Turap yang lama dibongkar, sekarang diganti turap beton yang lebih kokoh dan lebih tinggi. Di bagian belakangnya kita pasang bronjong sesuai arahan BBWS, karena wilayah ini termasuk sempadan sungai nasional,” jelasnya.

Robby mengungkapkan bahwa pembangunan di beberapa titik menghadapi tantangan berupa penguasaan lahan sempadan oleh warga. Namun, hal tersebut telah dikoordinasikan dan diselesaikan secara komunikatif.

“Ada lahan sempadan yang sebelumnya dimanfaatkan warga untuk fasilitas umum. Ketika pembangunan dimulai, sebagian harus dibongkar. Tapi masyarakat menerima dengan baik karena ini untuk kepentingan bersama,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Tangsel juga bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai, seperti pengerukan sedimentasi dan penanganan pendangkalan.

“Normalisasi sungai ditangani oleh BBWS dan provinsi. Sedangkan turap dan bronjong menjadi tanggung jawab kami di pemkot. Ini harus dikerjakan bersama karena banjir tidak bisa diselesaikan sepihak,” tegasnya.

Mengantisipasi cuaca ekstrem, Robby menekankan pentingnya percepatan pekerjaan pada musim kemarau. Ia telah menginstruksikan para kontraktor untuk menambah jam kerja agar tak ada struktur yang terbuka saat curah hujan tinggi.

“Kontraktor kami dorong untuk ngebut sekarang, mumpung kemarau. Jangan sampai nanti hujan datang, pekerjaan belum selesai dan justru jadi sumber limpasan air baru,” pungkasnya. /h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button