Pengelola Taman Tekno Absen, Pilar Minta SLF dan IPAL Dievaluasi Total

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Ketidakhadiran pengelola kawasan Taman Tekno dalam agenda yang digelar Paguyuban Pengusaha Taman Tekno menuai sorotan. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyayangkan absennya pihak pengelola, terutama di tengah situasi pascakebakaran salah satu perusahaan biotech di kawasan tersebut.Kamis (12/02/2026).
Menurutnya, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan dan kelayakan bangunan di kawasan industri itu.
“Sangat disayangkan tadi dari pengelola tidak hadir. Padahal saya ingin menyampaikan agar dicek kembali mana saja gedung-gedung yang belum memenuhi SLF-nya,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun sebagian bangunan di kawasan Taman Tekno berdiri sejak era Kabupaten Tangerang, saat ini kawasan tersebut telah masuk wilayah Kota Tangerang Selatan sehingga pembenahan harus dilakukan bersama.
“Mana yang IPAL-nya belum tuntas, mana yang perizinannya belum sesuai OSS, ini harus kita benahi bersama-sama,” tegasnya.
Pemkot Tangsel melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga akan melakukan pengecekan lanjutan terhadap dokumen perizinan, mengingat sistem perizinan terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Terkait insiden kebakaran perusahaan biotech yang diduga memicu pencemaran air sungai, Pemkot memastikan evaluasi tidak hanya dilakukan pada satu perusahaan, melainkan menyeluruh terhadap seluruh gudang dan industri di kawasan tersebut.
“Semua gudang, semua industri kita lakukan pengecekan. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua, terutama bagi usaha dengan risiko tinggi seperti bahan kimia berbahaya. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) harus sesuai standar,” tegasnya.
Selain itu, pengawasan terhadap aspek proteksi kebakaran dan kelayakan bangunan juga terus berjalan. Setiap hari, dinas terkait melakukan pengawasan terhadap puluhan ribu bangunan di Tangsel, mulai dari apartemen, hotel, hingga kawasan industri.
Wali Kota pun mengajak seluruh pelaku usaha di Taman Tekno untuk bersama-sama melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ayo kita lakukan perbaikan bersama-sama. Ini tanggung jawab kita semua,” pungkasnya./h3n.

