TANGSEL

Tangsel Tetapkan 6 Juara Musrenbang, Cipayung hingga Benda Baru Masuk Terbaik

Reporter: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan enam kelurahan terbaik dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat kota sebagai bentuk apresiasi atas kualitas perencanaan pembangunan yang partisipatif dan inovatif. Kamis (09/04/2026).

Penetapan tersebut merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) terhadap pelaksanaan Musrenbang di 54 kelurahan yang berlangsung pada 5 hingga 30 Januari 2025.

Kepala Bapelitbangda Kota Tangerang Selatan, Fuad menjelaskan, bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga pasca kegiatan.

“Indikator yang dinilai meliputi tingkat kehadiran, jumlah usulan, kualitas usulan, serta inovasi dalam pelaksanaan Musrenbang. Semua dinilai secara objektif oleh tim yang turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Dari hasil rekapitulasi penilaian tersebut, ditetapkan enam kelurahan terbaik, yakni:   Harapan III Kelurahan Cempaka Putih, harapan II Kelurahan Pondok Betung,  harapan I Kelurahan Pondok Jaya, terbaik III Kelurahan Benda Baru, terbaik II Kelurahan Cipayung, terbaik I Kelurahan Sawah.

Menurut Fuad, penilaian ini merupakan terobosan baru untuk mendorong peningkatan kualitas Musrenbang di tingkat kelurahan.

“Ini inovasi yang kami lakukan agar Musrenbang tidak hanya menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan usulan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian, termasuk tingkat kehadiran dan keterlibatan dalam menyampaikan usulan.

“Antusiasme masyarakat kita nilai, karena Musrenbang ini harus menjadi forum yang benar-benar hidup dan partisipatif,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, yang wilayahnya meraih predikat terbaik kedua, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari penguatan tahapan pra-Musrenbang.

“Kami fokus di pra-Musrenbang, sehingga usulan masyarakat sudah dipilah berdasarkan skala prioritas sebelum masuk ke forum utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh elemen masyarakat dilibatkan sejak awal agar perencanaan benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Kami kumpulkan RT/RW, tokoh masyarakat, LPM, PKK, Posyandu hingga Puskesmas. Dari situ kita tentukan mana yang menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain itu, Dini juga melakukan pendekatan berbeda dengan melibatkan langsung berbagai komunitas yang sebelumnya belum terakomodir dalam Musrenbang.

“Saya undang langsung komunitas-komunitas, bahkan saya hubungi satu per satu. Jadi tidak hanya melalui RW, tapi semua punya ruang menyampaikan usulan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut membuat Musrenbang lebih terasa sebagai milik bersama masyarakat.

“Musrenbang ini kami dorong jadi ‘hajat bersama’, bukan sekadar kegiatan formal. Jadi masyarakat merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dini menuturkan bahwa pihaknya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mampu menghadirkan solusi nyata di lingkungannya.

“Kami melihat bukan hanya besar kecilnya usulan, tapi sejauh mana usulan itu bisa menyelesaikan persoalan di wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong kualitas Musrenbang ke depan.

“Makanya kami dorong ide-ide baru dari masyarakat, termasuk dari kelompok-kelompok seperti bank sampah, KWT, hingga komunitas lingkungan,” katanya.

Dini juga mencontohkan salah satu upaya yang dilakukan dengan memberikan perhatian khusus kepada komunitas yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ada komunitas yang kami dorong untuk berkembang karena mampu memberdayakan masyarakat sekaligus menata lingkungan. Itu yang kami prioritaskan,” ungkapnya.

Ia berharap, keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi kelurahan lain untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan.

“Harapannya Musrenbang ke depan semakin berkualitas, partisipatif, dan benar-benar menghasilkan program yang tepat sasaran bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya penilaian ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kualitas Musrenbang ke depan semakin meningkat dan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran serta berdampak langsung bagi masyarakat./h3n 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button