NEWS

Sosialisasi SPMB 2026 Digeber, Disdikbud Tangsel Targetkan Penerimaan Lebih Tertib dan Transparan

Reporter: HENDRA JAYA

TERASBANTEN.ID, SERPONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan mulai tancap gas menggencarkan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan lebih kondusif, tertib, dan minim polemik seperti tahun-tahun sebelumnya. Selasa (14/04/1026).

Kepala Disdikbud Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan petunjuk teknis (juknis) SPMB lebih awal dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten. Hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri dalam mempersiapkan tahapan sosialisasi secara lebih matang.

“Juknis sudah selesai, bahkan kita lebih duluan se-Banten. Sekarang fokus kita adalah menyampaikan informasi ini secara luas kepada masyarakat, dengan melibatkan sekolah dan unsur kewilayahan,” ujarnya, Senin (13/4).

Menurutnya, sosialisasi akan mulai digencarkan dalam waktu dekat dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), khususnya terkait kesiapan sistem aplikasi pendaftaran.

“Kita sudah koordinasi dengan Diskominfo untuk memastikan aplikasi siap digunakan. Setelah ujian selesai, sosialisasi akan kita masifkan agar masyarakat benar-benar memahami mekanismenya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deden menegaskan bahwa skema SPMB 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Pemerintah tetap mempertahankan empat jalur utama, yakni domisili, prestasi, afirmasi, serta mutasi atau perpindahan orang tua.

“Secara prinsip tidak ada perubahan. Empat jalur masih digunakan dengan pola dan persentase yang relatif sama seperti tahun sebelumnya,” terangnya.

Pada jalur domisili, sistem klasterisasi juga tetap diterapkan berdasarkan jarak tempat tinggal calon murid ke sekolah tujuan. Pembagian klaster mencakup beberapa kategori radius, mulai dari satu kilometer hingga lebih dari dua kilometer.

“Untuk jalur domisili, kita masih menggunakan sistem klaster berdasarkan jarak. Kuota per rombongan belajar juga tetap, rata-rata sekitar 42 siswa,” ungkapnya.

Deden berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan lebih awal dan lebih masif, pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan program bantuan pendidikan untuk menjaga keseimbangan antara daya tampung sekolah dengan jumlah pendaftar.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya meningkatkan kapasitas pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru di sejumlah wilayah guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan semakin ideal antara kebutuhan dan daya tampung sekolah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan mengikuti setiap tahapan yang akan diumumkan secara berkala./h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button