
TERASBANTEN.ID. JAKARTA– Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus dua besar nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam penilaian tersebut, Tangsel meraih skor sekitar 3,8 dengan predikat kinerja tinggi. Senin (27/04/2026).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang disampaikan setiap tahun.
“Ini adalah penghargaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang kita laporkan setiap tahun. Dari hasil penilaian itu, skor kita masuk kategori kinerja tinggi yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.
Ia menerangkan, penilaian EPPD dilakukan secara menyeluruh dan sangat detail. Seluruh aspek pemerintahan menjadi bahan evaluasi, mulai dari urusan wajib hingga urusan pilihan.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah itu mencakup 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang kemudian diterjemahkan menjadi program dan kegiatan. Jadi seluruhnya dinilai dan dievaluasi, karena semuanya kita laporkan,” jelasnya.
Menurut Benyamin, tidak hanya program dan kegiatan yang dinilai, tetapi juga mencakup kebijakan hingga penggunaan anggaran pada tahun sebelumnya, yakni Tahun Anggaran 2025.
“Baik program, kegiatan, kebijakan program, kebijakan kegiatan, maupun kebijakan anggarannya itu kita laporkan semua. Termasuk output dari setiap program,” katanya.
Ia menambahkan, laporan tersebut juga memuat capaian output dan outcome secara rinci dalam dokumen yang komprehensif, serta dikaitkan dengan dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMD dan RPJMN untuk memastikan keselarasan kebijakan pusat dan daerah.
“Output dan outcome itu dilaporkan secara lengkap dalam dokumen yang cukup tebal, dan dikaitkan dengan RPJMD serta RPJMN pusat,” ungkapnya.
Benyamin juga mengungkapkan bahwa hanya sedikit daerah yang masuk dalam kategori terbaik nasional. Untuk kategori kota, hanya sembilan daerah yang masuk dalam penilaian terbaik.
“Untuk kota itu hanya sembilan kota se-Indonesia. Kabupaten sekitar 15, dan provinsi juga ada kategorinya masing-masing,” jelasnya.
Capaian ini sekaligus melanjutkan tren peningkatan kinerja Pemkot Tangsel dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebelumnya berada di peringkat delapan atau sembilan, kini melonjak ke posisi kedua nasional.
“Tahun lalu kita di urutan kedelapan atau kesembilan. Sekarang kita sudah di posisi kedua,” tegasnya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Benyamin menekankan pentingnya komitmen seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program sesuai rencana.
“Saya sudah meminta sejak awal tahun anggaran agar seluruh kepala OPD membuat komitmen untuk melaksanakan kegiatan dan anggaran yang sudah tertuang dalam APBD. Itu menjadi tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat melalui Inspektorat. Ia juga meminta OPD untuk tidak ragu berkonsultasi jika menemukan kendala dalam pelaksanaan program.
“Kalau ada keraguan, silakan OPD berkonsultasi dengan Inspektorat. Kita juga libatkan BPBD dan BKAD untuk melakukan pemantauan terhadap perencanaan dan pelaksanaan, termasuk belanja daerah,” tambahnya.
Evaluasi berkala terus dilakukan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal.
“Ini kita harapkan menjadi pemacu semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi ke depan, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik, kesejahteraan, dan daya saing daerah,” pungkas Benyamin.
Dengan capaian ini, Pemkot Tangerang Selatan optimistis dapat terus menjaga tren positif dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di masa mendatang. /H3n.



