NEWS

Al-Azhar Libatkan Siswa hingga Orang Tua dalam Gerakan Kurban Peduli Sesama

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN — Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada momentum Hari Raya Idul Adha terus ditanamkan di sekolah Al-Azhar BSD Serpong melalui program gerakan kurban yang melibatkan siswa hingga orang tua murid. Melalui sistem tabungan kurban, para siswa diajarkan berbagi sejak dini dengan menyisihkan sebagian uang jajannya secara sukarela. Rabu (27/05/2026).

Ketua Panitia Kurban Al-Azhar, Al Rudi, mengatakan program tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan rasa empati terhadap sesama.

“Masih dengan cara seperti tahun lalu, melalui tabungan dari siswa. Jadi anak-anak belajar menyisihkan uang jajannya untuk ikut berbagi pada momentum Iduladha,” ujar Al Rudin.

Ia menjelaskan, konsep tabungan kurban itu bukan berarti satu siswa membeli satu ekor kambing, melainkan seluruh siswa bersama-sama mengumpulkan dana sesuai kemampuan masing-masing.

“Jadi seperti infak atau sedekah. Ada yang mengisi seratus rupiah, ada yang lebih. Itu tidak diwajibkan, semuanya sukarela,” katanya.

Menurutnya, program tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan sejak usia dini. Program itu pun diikuti siswa mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

“Kami ingin melatih anak-anak agar peduli terhadap lingkungan dan sesama. Momentum kurban ini menjadi cara untuk menanamkan nilai berbagi dan kebersamaan,” jelasnya.

Selain melibatkan siswa, sejumlah orang tua murid juga turut berpartisipasi dengan menitipkan hewan kurban kepada panitia sekolah untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam proses penyaluran, panitia menerima proposal pengajuan dari masyarakat maupun DKM. Namun, distribusi dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mengutamakan warga di lingkungan sekitar sekolah.

“Kami mendahulukan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Setelah itu baru wilayah lain termasuk lingkungan tempat tinggal guru dan pegawai,” ungkap Al Rudin.

Ia menambahkan, meski jumlah hewan kurban tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, semangat berbagi dari siswa dan orang tua tetap terjaga.

“Yang terpenting bukan jumlahnya, tetapi bagaimana anak-anak belajar peduli dan berbagi kepada sesama,” tutupnya./h3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button