
TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, dan memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Selasa 2/5/2026.
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Dedi, menjelaskan bahwa secara substansi tidak terdapat perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pelaksanaan SPMB tetap mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru serta regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Sistem yang kita bangun tetap mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Tujuan utama SPMB adalah memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Dedi.
Tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan daya tampung sebanyak 9.976 peserta didik baru yang tersebar di 24 SMP Negeri dengan total 239 rombongan belajar (rombel).
Dedi menjelaskan, kuota penerimaan peserta didik baru dibagi ke dalam empat jalur utama, yaitu Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi.
Jalur Domisili mendapat alokasi terbesar yakni 40 persen, disusul Jalur Afirmasi sebesar 30 persen, Jalur Prestasi 25 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.
Untuk jalur mutasi, kuota 5 persen dibagi menjadi dua kategori, yakni 3 persen bagi peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali dan 2 persen untuk anak guru.
Sementara itu, kuota jalur prestasi sebesar 25 persen terbagi menjadi prestasi akademik dan prestasi hasil perlombaan.
Prestasi akademik memperoleh kuota 20 persen yang terdiri atas 15 persen untuk dalam domisili dan 5 persen untuk luar domisili. Sedangkan 5 persen lainnya dialokasikan bagi peserta didik yang memiliki prestasi hasil perlombaan, baik akademik maupun nonakademik.
“Kuota prestasi luar domisili ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik dari luar Kota Tangerang Selatan yang ingin bersekolah di SMP Negeri Tangsel. Ini bentuk komitmen kami memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat,” jelas Dedi.
Salah satu kebijakan baru dalam SPMB tahun ini adalah penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari penilaian jalur prestasi akademik.
Dedi mengatakan, penilaian jalur prestasi akademik dilakukan berdasarkan kombinasi nilai rapor, bobot peringkat siswa di sekolah asal, serta nilai hasil TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
Rumus penilaian akhir yang digunakan adalah rata-rata dari nilai rapor, nilai bobot peringkat, dan nilai hasil TKA.
Selain prestasi akademik, jalur prestasi juga mengakomodasi peserta didik yang memiliki prestasi lomba di bidang sains, teknologi, riset, inovasi, seni budaya, olahraga, anggota Pramuka Garuda, maupun penghafal Al-Qur’an (Tahfiz).
Pada jalur afirmasi, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan prioritas kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu yang memiliki bukti keikutsertaan dalam program bantuan pemerintah seperti KIP atau PIP, maupun data kesejahteraan sosial yang tercatat dalam DTSEN. Seleksi dilakukan berdasarkan kategori Desil 1 hingga Desil 5.
Selain itu, jalur afirmasi juga diperuntukkan bagi peserta didik penyandang disabilitas yang memiliki kartu disabilitas atau rekomendasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan pemerataan akses pendidikan, jalur domisili menggunakan sistem klaster berdasarkan jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah tujuan.
Klaster 1 dengan jarak 0 hingga 1.000 meter memperoleh alokasi 60 persen dari kuota jalur domisili. Klaster 2 dengan jarak lebih dari 1.000 meter hingga 2.000 meter memperoleh 25 persen. Sedangkan Klaster 3 dengan jarak di atas 2.000 meter memperoleh alokasi 15 persen.
Menurut Dedi, sistem tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih proporsional bagi calon murid berdasarkan kedekatan domisili dengan sekolah yang dituju.
Untuk mempermudah proses pendaftaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan membuka tahapan Pra-SPMB mulai 4 Juni hingga 4 Juli 2026.
Melalui tahapan ini, calon peserta didik dapat mengunggah seluruh dokumen persyaratan dari berbagai jalur yang dimiliki, baik domisili, afirmasi, prestasi maupun mutasi.
“Pra-SPMB ini kami siapkan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengunggah seluruh dokumen yang dibutuhkan. Jadi ketika pendaftaran dibuka, prosesnya lebih mudah dan tidak ada berkas yang tertinggal,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, apabila seorang peserta didik tidak lolos melalui jalur domisili, maka dapat langsung memanfaatkan jalur lain yang telah diunggah sejak awal tanpa perlu melakukan pengunggahan dokumen kembali.
Pelaksanaan SPMB SMP Negeri Kota Tangerang Selatan Tahun Ajaran 2026/2027 dibagi menjadi tiga tahap.
Tahap I untuk Jalur Domisili dilaksanakan pada 22 hingga 24 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 26 Juni dan daftar ulang pada 27 Juni 2026.
Tahap II untuk Jalur Mutasi dan Prestasi berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan pengumuman pada 4 Juli dan daftar ulang pada 6 Juli 2026.
Sedangkan Tahap III untuk Jalur Afirmasi dan Disabilitas dilaksanakan pada 6 hingga 8 Juli 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 9 Juli dan daftar ulang pada 10 Juli 2026.
Seluruh peserta didik baru akan mulai masuk sekolah pada 13 Juli 2026 sesuai kalender pendidikan nasional.
Selain memaksimalkan daya tampung SMP Negeri, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga tetap melanjutkan program kerja sama dengan 92 SMP swasta pendamping untuk membantu mengakomodasi peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memastikan seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan. Karma itu pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta melalui program pendamping yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir,” pungkas Dedi./h3n.




