Perkuat Layanan Kanker, RSU Tangsel Hadirkan dr. Randi Dwiyanto Spesialis Bedah Onkologi
Reporter Hendra Jaya

TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – RSU Kota Tangerang Selatan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan yakni menghadirkan Dokter Subspesialis Bedah Onkologi, dr. Randi Dwiyanto, guna memperkuat layanan penanganan kanker di Kota Tangerang Selatan. Selasa (26/05/2026)
Kehadiran dr. Randi menjadi angin segar bagi masyarakat Tangsel yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah untuk mendapatkan tindakan operasi kanker. Kini, sejumlah tindakan operasi kanker sudah dapat dilakukan langsung di RSU Tangsel.
dr. Randi menjelaskan, dirinya menempuh pendidikan mulai dari dokter umum, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah umum hingga subspesialis bedah onkologi.
“Sebelumnya saya bekerja sebagai dokter bedah umum, kemudian melanjutkan subspesialis bedah onkologi. Bidang ini memang fokus menangani pasien-pasien dengan tumor maupun kanker,” ujarnya.
Menurutnya, bedah onkologi memiliki fokus penanganan terhadap berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker tiroid, kanker kelenjar liur hingga kanker rongga mulut.
“Selama ini pasien-pasien kanker biasanya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah onkologi seperti RS Fatmawati atau RS Kanker Dharmais. Sekarang tindakan operasi kanker sudah bisa dilakukan di RSU Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.
Ia mengatakan, RSU Tangsel juga telah ditunjuk dalam program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi/KIA) dari Kementerian Kesehatan. Program tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan kanker di rumah sakit milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan tersebut.
“RSU Tangsel nantinya akan mendapatkan hibah alat dari Kementerian Kesehatan untuk pelayanan kanker, seperti imunohistokimia, mamografi, hingga fasilitas kemoterapi,” kata dr. Randi.
Sambil menunggu fasilitas tambahan tersebut hadir, layanan yang saat ini telah berjalan di RSU Tangsel adalah tindakan operasi kanker. Sedangkan untuk terapi lanjutan seperti kemoterapi, pihak rumah sakit sementara masih bekerja sama dengan rumah sakit rujukan lain.
“Untuk kemoterapi sementara pasien masih dirujuk ke rumah sakit yang sudah memiliki fasilitas tersebut, seperti Fatmawati maupun Dharmais. Namun pasien tetap bisa kontrol rutin di RSU Tangsel,” ujarnya.
Dalam proses penanganan kanker, dr. Randi menjelaskan diagnosis dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologi seperti USG, hingga biopsi untuk memastikan apakah tumor bersifat jinak atau ganas.
“Biopsi sekarang tidak selalu menggunakan luka besar. Ada metode core biopsy menggunakan jarum kecil untuk mengambil sampel jaringan dan memastikan jenis tumornya,” terangnya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tumor ganas atau kanker, maka tindakan operasi dilakukan dengan memastikan seluruh sel kanker dapat terangkat secara bersih.
Selain memperkuat pelayanan medis, dr. Randi juga menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak pasien kanker yang datang berobat dalam kondisi stadium lanjut akibat terlambat melakukan pemeriksaan.
“Keluhan yang paling sering ditemukan adalah adanya benjolan, terutama pada payudara. Kadang pasien malu atau tidak sadar, sehingga saat diperiksa benjolannya sudah membesar,” katanya.
Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain benjolan di leher, gangguan menelan hingga sesak napas pada kasus tumor tiroid yang sudah membesar.
“Kalau ada benjolan atau keluhan yang mencurigakan, jangan ditunda untuk diperiksa. Semakin cepat ditemukan, peluang kesembuhan akan semakin tinggi,” tegasnya.
Menurut dr. Randi, faktor risiko kanker tidak hanya dipengaruhi usia dan jenis kelamin, tetapi juga gaya hidup masyarakat modern. Pola makan, aktivitas fisik, hingga kemampuan mengelola stres menjadi faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker.
“Faktor seperti makanan, aktivitas, dan pengelolaan stres itu penting karena termasuk faktor yang masih bisa dimodifikasi,” jelasnya.
Saat ini RSU Tangsel juga telah didukung fasilitas penunjang seperti CT Scan dan dokter spesialis patologi anatomi yang sangat membantu dalam pelayanan bedah onkologi.
Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat Kota Tangerang Selatan kini memiliki akses layanan kanker yang lebih dekat, cepat, dan terintegrasi di wilayahnya sendiri.



