
TERASBANTEN.ID, TANGERANG SELATAN – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 11 Kota Tangerang Selatan telah rampung dilaksanakan. Seluruh tahapan penerimaan murid baru berjalan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan ketentuan serta arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan. Kamis 30/7/2026.
Sebanyak 460 siswa baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 11 Tangsel. Mereka akan mengikuti proses pendidikan dalam 11 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 42 siswa per kelas.
Kepala SMPN 11 Tangsel, Yantho, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian SPMB dengan baik.
“Alhamdulillah seluruh proses SPMB berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujar Yantho. Di SMPN 11 Tangsel, Rawa Buntu Serpong.
Menurutnya, selesainya SPMB bukan menjadi akhir dari proses, melainkan awal bagi sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada para siswa yang telah diterima.
Yantho menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan rasa percaya diri peserta didik.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas sekolah adalah memberikan ruang dan pendampingan agar potensi tersebut dapat tumbuh secara optimal. Kami ingin SMPN 11 menjadi tempat yang nyaman untuk belajar sekaligus membentuk karakter siswa,” katanya.
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, SMPN 11 Tangsel menerima murid melalui sejumlah jalur yang telah ditetapkan.
Pada tahap pertama, sebanyak 183 siswa diterima melalui jalur domisili. Selanjutnya, penerimaan dilakukan melalui jalur afirmasi, prestasi rapor, prestasi lomba, serta jalur perpindahan tugas orang tua.
SMPN 11 Kota Tangsel di jalan Buana Kencana Rawa Buntu Serpong. Foto : Hendra Jaya
Untuk jalur prestasi rapor, terdapat penerimaan dari dalam zona maupun luar zona. Sementara jalur prestasi lomba dan perpindahan tugas orang tua juga menjadi bagian dari rangkaian penerimaan murid baru.
Dari keseluruhan tahapan tersebut, jumlah murid baru yang diterima SMPN 11 Tangsel mencapai 460 siswa.
Para siswa kemudian ditempatkan dalam 11 rombel, dengan kapasitas 42 siswa per kelas.
Yantho mengatakan, pihak sekolah kini fokus memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
“Setelah proses penerimaan selesai, tugas kami berikutnya adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan pembelajaran yang baik, lingkungan yang nyaman, serta kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” tuturnya.
MPLS telah berlangsung selama satu pekan. Saat ini, seluruh siswa baru telah mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.
“Sekarang sudah mulai belajar normal. MPLS sudah berjalan satu minggu dan saat ini pembelajaran sudah berjalan seperti biasa,” katanya.
Bagi pihak sekolah, proses adaptasi siswa menjadi bagian penting dalam membangun suasana belajar yang positif. Sebab, lingkungan sekolah yang nyaman diyakini dapat membantu siswa lebih mudah menerima pembelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan sosial dan karakter.
Yantho menegaskan, SMPN 11 Tangsel ingin membangun pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik dan pembentukan karakter.
Ia berharap 460 siswa baru yang bergabung tahun ini dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan semangat, pulang membawa pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Mudah-mudahan mereka tidak hanya menjadi siswa yang berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Sementara Suhadi selaku Humas SMPN 11 Tangsel menambahkan , penguatan sosialisasi kepada masyarakat dan orang tua menjadi salah satu hal yang penting untuk terus ditingkatkan pada pelaksanaan SPMB berikutnya.
Suhadi Humas SMPN 11 Kota Tangsel, saat di wawancara foto: Hendra Jaya
Menurutnya , sistem penerimaan yang menggunakan mekanisme daring membutuhkan pemahaman yang cukup dari masyarakat, khususnya orang tua calon murid.
“Yang perlu ditekankan mungkin sosialisasi kepada masyarakat dan orang tua mengenai alur pendaftaran. Karena sebagian masyarakat mungkin belum terlalu memahami sistem online,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian SPMB selesai, SMPN 11 Tangsel langsung melanjutkan tahapan pendidikan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman baru, sekaligus beradaptasi dengan budaya dan tata tertib di SMPN 11 Tangsel,” ungkapnya.
Dengan rampungnya SPMB, tersusunnya 11 rombel, serta dimulainya pembelajaran normal, SMPN 11 Tangsel kini menatap tahun ajaran baru dengan optimisme.
Sekolah berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa, sekaligus membangun kolaborasi bersama orang tua agar proses pendidikan berjalan secara berkesinambungan.
“Bagi SMPN 11 Tangsel, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana siswa memperoleh nilai terbaik, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, percaya diri, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan” tandas Suhadi di ruang Kerjanya. /h3n.



