Hari Pramuka, Deden Deni Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda Cegah Kekerasan
Jurnalis : Hendra Jaya

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk kembali memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Di Kota Tangerang Selatan, gerakan Pramuka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang disiplin, mandiri, peduli, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka, Deden Deni, mengatakan pendidikan karakter menjadi salah satu alasan penting mengapa kegiatan Pramuka perlu terus diperkuat di lingkungan sekolah.
Menurutnya, Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di luar kelas, tetapi juga menjadi sarana pembentukan sikap dan karakter anak sejak dini.
“Sudah terbukti keberhasilan Pramuka dalam pembangunan karakter. Maka ini kita perkuat lagi,” ujar Deden.
Ia menilai nilai-nilai yang terdapat dalam Dasa Dharma Pramuka juga sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Salah satunya adalah menanamkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan. Nilai tersebut dapat mendorong peserta didik memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya.
“Isu lingkungan juga ternyata solusinya di Pramuka. Ada Dasa Dharma, ada cinta lingkungan. Itu bagian dari bagaimana anak-anak punya kewajiban terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.
Deden menambahkan, penguatan kegiatan Pramuka juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik. Anak juga perlu mendapatkan pendidikan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, serta kemampuan menghargai sesama.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam mencegah munculnya konflik maupun kekerasan di lingkungan sekolah.
Deden juga mendorong guru dan orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Menurutnya, persoalan yang dialami siswa perlu diketahui sejak awal agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau ada anak yang tiba-tiba sikapnya berubah, pastikan ada masalah apa tidak. Guru harus lebih peka terhadap lingkungannya,” ujarnya.
Momentum Hari Pramuka, kata Deden, diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat pentingnya memperkuat peran gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Dengan sinergi antara sekolah, keluarga dan gerakan Pramuka, pendidikan karakter diharapkan semakin kuat dan mampu melahirkan generasi muda Tangerang Selatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. /H3n. (ADV)




