TANGSEL

Benyamin Minta ASN Tangsel Diawasi dari Jeratan Judol

Hendra Jaya

TANGSEL, TERASBANTEN.ID — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan diperkuat untuk mencegah mereka terjerat judi online (judol). Rabu (7/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Benyamin usai pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji terhadap 55 PNS di lingkungan Pemkot Tangsel. Ia mengatakan, telah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Inspektorat melakukan pengawasan terhadap ASN maupun pegawai yang terindikasi terjerat judi online.

“Saya sudah minta kepada BKPSDM, Inspektorat, segala macam untuk mengawasi ASN kita atau pegawai kita yang terjaring judol,” kata Benyamin.

Menurut Benyamin, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan terhadap aktivitas kedinasan, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi keuangan pegawai. Salah satunya ketika ASN mengajukan pinjaman kepada perbankan.

Ia meminta setiap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memperhatikan kondisi tersebut dengan melibatkan pasangan suami atau istri dari pegawai yang mengajukan pinjaman.

“Kalau mereka mengajukan pinjaman misalnya kepada Bank Jabar Banten, panggil dua-duanya, istrinya sama suaminya yang mengajukan pinjaman. Atau istri mengajukan pinjaman, suaminya juga dipanggil,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata Benyamin, sebagai upaya pencegahan agar persoalan keuangan tidak berkembang dan kemudian mendorong pegawai terjerat judi online maupun pinjaman online.

“Supaya diketahui bersama-sama, jangan sampai terjaring judol. Walaupun ini susah, kita tahu susah, di handphone-nya ada aplikasi dan segala macam,” katanya.

Benyamin mengungkapkan, persoalan tersebut dapat terlihat dari kondisi keuangan pegawai yang mulai terlilit utang. Bahkan, ada yang memiliki utang di berbagai pihak hingga menggunakan pinjaman online.

“Ada saja. Kita taunya mereka sudah habis-habisan, kira-kira begitu. Sudah utang sana, utang sini, pinjaman online,” ungkapnya.

Ia menilai, pencegahan terhadap judi online dan persoalan pinjaman online di kalangan pegawai merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan perhatian pemerintah maupun keluarga.

“Saya pernah juga diminta untuk mengejar, menagih orang yang kena pinjaman online dan segala macam. Saya kira ini pekerjaan bersama kita semua,” pungkas Benyamin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button