NEWSTANGSEL

Calon Walikota Rizal Bawazier Kunjungi dan Beri Bantuan Warga Tuna Wicara Desabilitas di Tangsel

Tangsel, Terasbanten.id – Pengusaha sukses Nasional Rizal Bawazier yang juga disebut-sebut merupakan calon kandidat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) hasil dari rekomendasi petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS di Jakarta, Kunjungi dan beri bantuan pada warga bernama Watsiah (38) warga RT 005/011, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, seorangĀ  penyandang disabilitas Tuna Wicara yang juga mengalami cacat fisik pada tangannya.

Rizal dalam kunjungannya mengatakan bentuk kepedulian pada warga dibawah garis kemiskinan atau warga yang mengalami disabelitas merupakan tanggung jawab bersama kepedulian sesama manusia sebagai Warga Negara Republik Indonesia (RI). Maka berdasarkan laporan dari masyarakat Dirinya langsung mendatangi kediaman Watsiah.

Rizal juga menyampaikan sangat prihatin dan merada tidak tega jika masih ada masyarakat Tangsel yang mengalami kesulitan dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah Kota Tangsel untuk itu dirinya mengaku langsung saja mendatangi kediaman Watsiah dan memberikan bantuan berupa berbagai kebutuhan hidup sehari-hari, Minggu (08/03).

“Jujur saya ngak sanggup kalau untuk mendengarkan seseorang yang hidupnya seperti ini. Tadi sudah saya katakan sama Wastiah dan juga para ibu-ibu majelis Taklim Al Mubarokah, keinginannya untuk dapat ditampung hidup dan bekerja sesuai kemampuannya di Yayasan muslim, insha Alloh akan saya usahakan dengan baik,” terangnya.

Sebelumnya di tempat yang sama Ibu Yasin salah satu tokoh majelis Taklim musholah Al Mubarokah di Gang Mandor, Kelurahan Ciputat, menuturkan bahwa dirinya bersama para kaum ibu-ibu diwilayah RT 05/011 salama ini selalu memperhatikan nasib dan kehidupan Wastiah.

“Dia orangnya sangat rajin mas, walaupun mengalami kekurangan fisik disana-sini. Coba mas lihat saja, di Gang rumah kami keadaannya begitu sangat rapi dan bersih, itu semua dia (Wastiah) yang mengerjakannya. Selama ini Wastiah hidup menumpang ikut adiknya yang juga seorang perempuan yang hanya mengontrak sepetak kontrakkan yang sangat kecil ukurannya. Mungkin karena tekanan mental dan ekonomiĀ  yang menyebabkan adik Wastiah yang ditumpanginya hidup menjadi depresi dan hingga suka melakukan tindakan persekusi kepada Wastiah,” tutur Ibu Yasin.

Ditambahkan oleh Ibu Yasin bahwa dirinya sudah beberapa kali menyampaikan permasalahan kehidupan Wastiah kepada aparat pemerintahan terkait, RT dan Kelurahan, akan tetapi tidak mendapat tanggapan dan respon cepat dari pemerintahan Kota Tangsel terkait kehidupan dan nasib Watsiah tersebut.

“karena tidak pernah ada tanggapan, Wastiah juga sudah beberapa kali ingin mencoba pergi dari rumah kontrakkan yang cuma sepetak, karena dirinya mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan dan sikap kasar dari adiknya yang ditumpangi. Dan saat itu juga kami menyarankan kepada yang bersangkutan untuk bersabar dan meyakini bahwa insha Allah pada saatnya nanti, pasti Allah akan mempertemukan dirinya dengan seseorang yang berhati mulia, baik dan tulus untuk menolongnya keluar dari masalah yang selama ini dialamainya,” pungkasnya. / Hen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button