
TERASBANTEN.ID, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya untuk menyelesaikan proyek pembangunan dan penataan Pasar Ciputat yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2024. Namun, proyek ini masih menghadapi tantangan di lapangan, khususnya terkait dengan penertiban pedagang kaki lima yang masih berjualan di area pasar. Rabu (13/10).
“Kami sudah melakukan rapat hingga empat kali untuk mencari solusi terkait penertiban pedagang ini. Rencananya besok akan ada rapat kelima. Walaupun pedagang bisa dikendalikan sementara waktu, mereka cenderung kembali berjualan di area yang sedang dikerjakan, sehingga progres pembangunan terhambat,” kata Ahmad Fatullah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMbK) Kota Tangsel. Rabu (13/11).
Fatull juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban lebih tegas terhadap para pedagang. “Kami optimis bisa menyelesaikan proyek ini sesuai target akhir Desember, terlebih karena seluruh material yang dibutuhkan sudah tersedia di lokasi. Namun, penertiban pedagang adalah hal krusial untuk memperlancar proses penyelesaian,” jelasnya.
Proyek ini mencakup pembongkaran spot beton di beberapa titik di Pasar Ciputat yang kemudian dilapisi ulang dan dilengkapi dengan fasilitas pedestrian di sisi kanan dan kiri sepanjang 448 meter. Lebar pedestrian diperkirakan sekitar 2-3 meter di kedua sisi jalan, dan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti lampu dan furnitur.
“Jalan utama di Pasar Ciputat sebagian besar sudah selesai. Sekarang kami fokus menyelesaikan pedestrian yang masih terhambat karena aktivitas pedagang. Kami tetap optimis penyelesaian proyek ini sesuai target dengan syarat penertiban bisa berjalan lancar,” tutup Fatullah.
Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2024, Pemkot Tangerang Selatan berharap kawasan Pasar Ciputat dapat segera tertata rapi dan nyaman bagi masyarakat serta pengunjung pasar. / H3n.


