OLAHRAGAPOLRES TANGSEL

Festival Sepak Bola Alap-Alap: Ajang Pencetak Bintang Muda Tangerang Selatan

TERASBANTEN.ID, JOMBANG – TANGSEL, Sebuah gelaran kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Festival Alap-Alap Jombang sukses menjadi panggung bagi para pemain muda berbakat. Kompetisi yang diadakan dalam rangka ulang tahun pertama SSB Alap-Alap Jombang ini diikuti oleh 6 Sekolah Sepak Bola (SSB) dengan tiga kategori usia: usia 8, usia 10, dan usia 12 tahun.

Salah satu sosok yang turut memeriahkan acara ini adalah Sebastian Phudon, pelatih tim Rans Junior, yang berbasis di Kecamatan Pondok Aren. Menurutnya, kompetisi ini adalah langkah besar dalam memajukan sepak bola usia dini di wilayah Tangerang Selatan.

“Konsep ini luar biasa. Anak-anak yang berlatih tiga kali seminggu bisa mengasah kemampuan mereka lewat kompetisi seperti ini. Ini akan menjadi motivasi besar bagi bibit-bibit muda untuk terus berkembang,” ujar Sebastian Phudon.

Enam Tim Berbakat dari Berbagai Wilayah Kompetisi ini menghadirkan enam tim yang berasal dari berbagai wilayah di Tangerang Selatan, antara lain:

•   Perseam
•   Alap-Alap Jombang (tuan rumah)
•   Astam (Pondok Cabe)
•   Putrajaya (Pondok Aren)
•   Piola (Benteng Taruna Perigi, Stadion Mini Perigi)
•   Rans Junior, yang dilatih langsung oleh Sebastian Phudon.

Setiap tim bertanding dalam format 5 pertandingan dengan durasi 10 menit per laga, menjadikannya kesempatan berharga untuk menguji kekuatan dan strategi pemain di setiap kategori usia.

Piala Penghargaan untuk Bintang Baru
Tak hanya memperebutkan gelar juara 1, 2, dan 3, kompetisi ini juga memberikan penghargaan khusus kepada pemain terbaik (Best Player) dan penjaga gawang terbaik (Best Goalkeeper). Semua penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus meningkatkan performa mereka di lapangan.

Sebastian Phudon menambahkan, “Kompetisi ini membangkitkan semangat anak-anak untuk tampil lebih baik. Sebelumnya, mereka juga terlibat di Liga Ascot yang melibatkan sekitar 3.330 pemain. Kompetisi seperti ini akan membangun mental bertanding mereka sekaligus mempererat komunitas sepak bola usia dini di Tangerang Selatan.”

Mencetak Masa Depan Sepak Bola Tangsel
Festival Alap-Alap Jombang bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah langkah besar dalam mencetak generasi penerus sepak bola. Ajang ini menjadi inspirasi bagi para pelatih, orang tua, dan tentunya anak-anak untuk terus berkembang.

Sebastian Phudon menutup dengan penuh optimisme, “Saya yakin bibit-bibit muda ini akan menjadi kebanggaan sepak bola Tangsel dan Indonesia. Kompetisi seperti ini adalah awal dari mimpi besar mereka.”

Dengan atmosfer penuh semangat, dukungan para penonton, dan potensi luar biasa dari para pemain muda, Festival Alap-Alap Jombang membuktikan bahwa masa depan sepak bola Tangerang Selatan berada di tangan generasi yang penuh harap. /h3n

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button