ADVERTORIALTANGSEL

Usia Produktif Jadi Fokus Kampanye Hidup Sehat Dinkes Tangsel

TERASBANTEN.ID, TANGSEL,  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadikan kelompok usia produktif sebagai sasaran utama dalam kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah meningkatnya berbagai persoalan psikologis yang dialami generasi muda. Jumat 19/6/2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan kegiatan tersebut menyasar anggota Saka Bhakti Husada dan Karang Taruna sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat secara fisik maupun mental.

“Target kita saat ini adalah Saka Bhakti Husada dan Karang Taruna. Artinya program ini menyasar usia produktif. Kita sadar betul bahwa usia produktif harus memiliki fisik yang kuat dan mental yang kuat supaya mereka bisa menggapai cita-citanya dengan baik,” ujar Allin.

Menurutnya, kampanye Germas mengajak generasi muda untuk memulai pola hidup sehat dari langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini, kita mengajak usia produktif untuk mulai dari hal-hal kecil, dari diri sendiri, untuk menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Selain kesehatan fisik, Allin menilai isu kesehatan mental saat ini menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ia menyebut banyak anak muda yang mengalami kecemasan, kesepian, hingga merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita.

“Kadang ada yang merasa cemas, merasa sendiri, merasa kesepian, dan tidak punya tempat untuk berbagi. Ini yang berbahaya. Karena sering kali mereka memendam semuanya sendiri,” ungkapnya.

Menurut Allin, masih banyak masyarakat yang menganggap bercerita atau mencurahkan perasaan sebagai tanda kelemahan. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu cara menjaga kesehatan mental.

“Kalau seseorang mau curhat kepada orang yang dipercaya, itu bukan berarti lemah. Justru itu merupakan upaya menjaga dirinya sendiri supaya tetap kuat menghadapi berbagai persoalan,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kesehatan mental dan kesehatan fisik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi satu sama lain.

“Jangan sampai kesehatan mental dianggap sepele. Saat fisik tidak sehat, mental bisa ikut terganggu. Sebaliknya, ketika mental terganggu, kondisi fisik juga bisa terdampak. Karena itu keduanya harus berjalan seimbang,” tegas Allin.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Tangsel menghadirkan dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Columbia Asia dan seorang psikolog sebagai narasumber. Pemilihan narasumber dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang kini mulai banyak menyerang usia muda.

“Kita melihat sekarang banyak kasus penyakit tidak menular pada anak muda. Ada yang terkena penyakit jantung, stroke, bahkan meninggal dunia di usia muda. Karena itu edukasi tentang kesehatan fisik dan mental harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Tangsel berharap generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. (H3N) (ADV)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button