Disperkimta Tangsel Libatkan Warga Awasi Pembangunan Infrastruktur Lingkungan

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) terus merealisasikan pembangunan infrastruktur lingkungan di tujuh kecamatan. Selasa 1/9/2026.
Pembangunan tersebut mencakup peningkatan jalan lingkungan dan saluran lingkungan yang sebagian besar berasal dari usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, mengatakan pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) I, II, dan III yang memiliki wilayah kerja masing-masing.
“UPT I untuk Kecamatan Pamulang dan Setu, UPT II meng-cover Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur, sedangkan UPT III meng-cover Kecamatan Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren,” kata Aries.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dilibatkan dalam mengawasi proses pekerjaan di lingkungan masing-masing.
Aries menilai keterlibatan warga penting karena pembangunan tersebut pada akhirnya akan digunakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karena pekerjaan itu juga yang akan mereka nikmati. Masyarakat juga diajak untuk mengawasi bersama. Supaya nanti hasilnya benar-benar sesuai dengan yang diusulkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usulan pembangunan infrastruktur lingkungan yang sedang direalisasikan mayoritas berasal dari Musrenbang.
“Kalau melihat pengusul, paling dominan sebenarnya dari Musrenbang,” kata Aries.
Karena itu, Aries meminta warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, ikut memantau pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan bersama tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan berjalan sesuai usulan awal, termasuk ketepatan lokasi pekerjaan.
“Saya selalu menekankan, mengajak mereka terutama yang di sekitar lokasi untuk bantu mengawasi. Supaya sesuai dengan yang mereka usulkan di awal. Jangan sampai salah titik juga,” tegasnya.
Aries menambahkan, sebelum pekerjaan dimulai, pihaknya terlebih dahulu membangun kesepahaman dengan masyarakat di lokasi. Hal itu dilakukan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan lingkungan.
“Kita perlu kesepakatan di lapangan. Lingkungan harus mengetahui, menginginkan, dan memang mengusulkannya. Kami dalam posisi melayani mereka,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi teknis di lapangan tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Apabila ditemukan hal yang dinilai kurang sesuai secara teknis, penyesuaian dapat dilakukan agar hasil pembangunan lebih optimal.
“Kecuali kalau dalam hal teknis ada yang kurang pas, tentu bisa disesuaikan agar hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Aries berharap kondisi cuaca yang saat ini relatif mendukung dapat membantu memperlancar proses pembangunan. Dengan demikian, pekerjaan infrastruktur lingkungan yang tersebar di tujuh kecamatan tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan target penyelesaian.
Pemkot Tangsel pun mendorong masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawal pembangunan di wilayahnya, sehingga infrastruktur yang dibangun tidak hanya sesuai dengan usulan, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)




