

Tangsel, Terasbanten.id – Pembersihan terpapar radioaktif nuklir cosium 137 di Perumahan Batan Indah, Setu Serpong Tangerang Selatan (Tangsel), masih terus berlangsung, pembersihan tersebut di lakukan oleh tim gabungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), terlihat beberapa petugas masih melakukan upaya pembersihan sisa tanah yang mengadung zat radioaktif nuklir di Perumahan Batan Indah, untuk dibawa ke laboratorium guna dilakukan penelitian lanjutan.
Berdasarkan pantauan di lokasi terabanten.id petugas telah berhasil mengangkut 39 drum tanah dengan berat per drum 100 liter untuk dibawa lebih lanjut ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PLTR), Puspiptek, dengan kendaraan truck khusus.
Indra gunawan selaku Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Komunikasi Publik Bapeten, mengatakan, bahwa pihaknya bersama tim Badan Tenaga Nuklir (Batan) akan melanjutkan proses yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu. “Intinya kita sekarang melanjutan proses dekontaminasi lahan, dilokasi terpappar,” jelasnya. Minggu 16/02/2020.

Di lokasi yang sama, Heru Umbara selaku Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, menambahkan bahwa kelompok pertama pihaknya telah berhasil mengumpulkan 27 drum tanah terpapar yang akan segera dibawa ke lokasi PTLR. “Kita bagi menjadi empat, masing-masing kelompok bekerja 1 jam 7 orang dengan cara memasukan tanah ke drum drum yang telah kami siapkan,” jelasnya.
Selanjutnya kelompok yang bekerja dibagi secara bergantian per jam hal ini bertujuan membatasi dosis radiasi yang diterima oleh para pekerja yang sedang mengumpulkan tanah terpapar radiasi di lokasi tersebut. “Terus akhirnya kelompok kedua meneruskan, jadi tadi kan sudah hampir dua jam jarak antara kelomlok satu dan dua yang bekerja untuk menyelesaikan pengumpulan-pengumpulan tanah sama dengan tadi, totalnya ada 12 drum, kemudian dilanjutkan dengan kelompok 7 orang, dan hasil dari penerimaan paparan juga semakin kecil,” paparnya.
Ia menambahkan karena tanah terpapar yang di angkat oleh kelompok pertama sudah banyak terangkat volumenya maka menurutnya makin mengecil radiasi paparannya.
“Di kelompok pertama sudah terangkat hampir banyak. Jadi proses penerimaan dosisnya antara 2 sampe 10. Bahkan ada yang nol koma. Jadi mudah-mudahan makin lama makin mengecil paparannya sehingga kita bisa meneruskan pelaksanaan kegiatan ini sampai psiang. Mudah-mudahan dari empat kelompok pekerja ini kita bisa selesaikan semuanya, lau selanjutnya kita akan meneruskan dengan maping. Jadi seperti itu progressnya, sekarang sudah masuk ke truk untuk dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PLTR),” pungkasnya. /hen.



