
TERASBANTEN.ID, TANGSEL,- Tingginya intensitas hujan pada bulan September dan Desember berdampak pada lingkungan di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sehingga menimbulkan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah, termasuk beberapa wilayah hunian pengembang di Tangsel. Selasa 13/12/2022.
Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Robbi Cahyadi pada terasbanten.id mengatakan dalam upaya penaganan banjir dan genangan air di beberapa wilayah Tangsel dan wilayah hunian pemgembang. Pihaknya telah bekerjasama dan mengajak pengembang mengatasi hal tersebut, diantaranya melalui pemanfaatkan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum-red)
“Pengembang yang telah menyerahkan fasos fasum kepada Pemkot Tangsel dari tahun 2012, telah kami manfaatkan untuk membangun tandon tandon dalam upaya penaganan banjir, diantaranya, tandon Ciater, tandon Lengkong Wetan, Tandon Lengkong Karya, dan Tandon Jaletreng (di Taman Kota II-red) sebagai upaya dalam pengendalian banjir di wilayah Kota Tangerang Selatan.” ujarnya
Tidak hanya itu Robbi juga menambahkan Pemkot Tangsel melalui dinas SDABMBK telah melakukan berbagai upaya dalam menagani resiko banjir diantaranya yaitu melalui manajemen resiko banjir.
“Kami Pemkot Tangsel dan SDABMBK telah melakukan upaya untuk memanajemen resiko banjir dengan 3 tahapan sesuai waktunya yaitu melalui penaganan jangka pendek berupa Optimalisasi pemeliharaan sungai / situ/ tandon sepanjang tahun dengan Pengerukan sedimen pada Sungai Angke dan anak – anak sungainya yaitu Cibenda, Ciputat, Serua, Ciater dan kolam kolam retensi sebanyak 12 lokasi,” ungkapnya.
Robbi menambahkan SDABMBK juga melakukan perbaikan-perbaikan di beberapa saluran drainase yang berada di sejumlah titik di kota Tangsel.
“Kami juga melakukan perbaikan saluran drainase kota; Pelebaran Sungai dengan memanfaatkan lahan yang ada pada titik titik yang rawan banjir; pembangunan turap/ tanggul dan system pompa pada titik titik banjir daerah daerah prioritas seperti di Maharta, Kampung Bulak, Pondok Kacang Prima dan Puri Bintaro; memastikan ketentuan zero delta Q atau pengelolaan air dalam masing – masing Kawasan terutama yg dikelola pengembang, dilaksanakan dengan cara melalukan control dan monitoring terhadap rekomendasi pengelolaan air yang sudah dikeluarkan,” paparnya.
Selanjutnya Robbi menambahkan SDABMBK Tangsel juga melakukan program penananganan jangka menengah yaitu melalui pemanfaatan berbagai lahan.
“Penanganan jangka menengah yaitu berupa rencana pembangunan kolam retensi baru dengan memanfaatkan lahan – lahan milik pemkot, lahan PSU dari pengembang dan lahan bantuan dari pihak swasta,” terangnya.
“Juga melakukam pembangunan Long Storage untuk menambah tampungan air memanfaatkan lahan jalan dan lain lain, melakukan pembangunan atau normalisasi drainase perkotaan pada titik titik genangan,” tanbahnya.
Selanjutnya kata Robbi selain jangka pendek, menengah SDABMBK juga melakukan program jangka panjang yaitu penertiban dan pembangunan sungai sungai di titik titik rawan banjir. “Program penanganan jangka panjang yaitu berupa, Penertiban badan air dan sempadan untuk pelebaran sungai – sungai dan pembangunan tanggul yang diintegrasikan dengan system pompa pada seluruh titik rawan banjir,” paparnya.
Sebelumnya salah satu pengembang melalui Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata mengatakan, yang berdampak pada lingkungan di kawasan hunian BSD City yang wilayah administrasinya masuk ke dalam Kota Tangsel yakni, Kelurahan Ciputat, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Pisangan, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, dan Serpong Utara.
Genangan air tersebut terjadi karena adanya penyumbatan pada bak kontrol, ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil tidak dapat menampung air hujan, serta penumpukan sedimentasi disepanjang saluran air menuju saluran pembuangan Cibung, yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kali Cibenda, Kali Serua, serta Kali Angke yang membelah Kota Tangsel.
“Sebagai pengembang kawasan BSD City, Sinar Mas Land terus memantau dan melakukan berbagai upaya penanggulangan genangan air yang terjadi pada saat intensitas curah hujan meninggi di antaranya memperbaiki saluran air, pengerukkan sedimentasi, membuat sejumlah drainase dan turap saluran pembuangan, hingga naturalisasi aliran sungai/kali. Dan hal ini kita berkolaborasi dengan Pemkot Tangsel dan Pemkab Tangerang,” ucap Dony dalam diskusi “Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dalam Mengantisipaai Banjir
Pada jangka panjang perusahaannya juga akan membantu pemerintah daerah dalam penyempurnaan konektivitas dan daya tampung sistem jaringan drainase untuk memastikan air larian (run off) terdistribusi dengan baik dan meminimalisir semaksimal mungkin air yang masuk ke drainase utama, serta selalu memelihara sistem tersebut sehingga berdaya guna secara berkelanjutan. / H3n .

