CIPUTATTANGSEL

Lagi’ Kasus Penculikan Siswi SD di Tangsel, Korban Alami Trauma

TERASBANTEN.ID, TANGSEL,- Tangerang Selatan – Kasus dugaan penculikan anak kembali terjadi di wilayah Tangsel, tepatnya di Serua Indah, Kecamatan Ciputat. Korban kali ini seorang siswi kelas tiga Sekolah Dasar (SD) yang baru pulang les menjadi korban percobaan penculikan. Selasa 24 September 2024.

Saat ini, korban mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan psikologis. UPTD PPA Tangsel dampingi korban dalam menangani kasus ini. Kepala UPTD PPA Kota Tangsel, Tri Purwanto, di rumah orang tua korban Kecamatan Ciputat, mengatakan pihaknya langsung melaporkan kasus ini ke Polres Tangsel.

“Hari ini juga kami membuat laporan ke Polres dengan dugaan kasus penculikan anak ini. Korban masih trauma, maka dari itu, kami akan memberikan pendampingan psikologis hari ini juga,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, pelaku menggunakan modus yang sama seperti penculikan siswi SDN sebelumnya yaitu berpura-pura bahwa ada anggota keluarga yang sakit.

“Dari cerita orang tua, pelaku mengiming-imingi korban dengan alasan ada keluarga yang sakit. Modusnya sama seperti penculikan sebelumnya, padahal, korban sudah tahu kalau pelaku ini dekat dengan rumahnya. Makanya sempat ada tarik menarik antara korban dan pelaku, saat kejadian,” jelas Tri Purwanto.

Namun, saat ini, pihaknya belum dapat memastikan dugaan lain karena korban belum divisum. “Kami belum tahu banyak karena korban belum divisum. Makanya, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres dan hari ini akan dilakukan visum,” tambahnya.

Tri juga menyampaikan bahwa ada luka di bagian bibir korban, namun kondisi lebih lanjut akan diketahui setelah hasil visum keluar. “Ada luka di bibir, tapi kita belum tahu pasti. Nanti setelah hasil visum keluar, kita bisa pastikan lebih jelas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kasus ini menambah deretan kasus kekerasan terhadap anak yang belum terungkap di Tangsel. “Bisa dikatakan Tangsel darurat kekerasan anak, karena pelakunya belum tertangkap, sementara jumlah korban terus bertambah,” katanya prihatin.

Selain itu, Tri Purwanto juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Tangsel sudah mengeluarkan surat edaran terkait pencegahan kasus-kasus seperti ini, dan perlu diadakan peningkatan pengawasan di area publik seperti pemasangan CCTV. “Melalui Dinas Pendidikan, sudah ada surat edaran terkait pencegahan. Salah satunya yang penting adalah pemasangan CCTV,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW Kelurahan Serua Indah Ali bin Salim, tempat kejadian berlangsung, mengungkapkan bahwa korban dibujuk pelaku saat hendak pulang dari les. “Anak itu diikuti oleh pelaku yang menggunakan motor. Diiming-imingi bahwa ibunya kecelakaan, lalu diajak berjalan ke arah Pamulang. Namun, sekitar pukul 10 malam, korban ditemukan dekat SMP Negeri 23, dan pelaku melarikan diri,” jelas Ketua RT.

Pihak keluarga korban berharap agar pelaku segera ditangkap dan tidak ada lagi korban lainnya. “Kami berharap pelaku segera ditangkap, jangan sampai ada korban-korban lainnya,” ujar kakak perempuan korban yang tidak disebutkan namanya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan UPTD PPA Tangsel akan terus mendampingi korban dalam proses pemulihannya./ H3n.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button